Mou Gaduh, Kajari : Bukan Sebagai Tameng Pelindung Desa

KBRN, Garut : Menyikapi kerjasama kesepahaman (Mou) pendampingan, pelayanan hukum bidang Tata Usaha dan Negara, antara pemerintah desa dan sekolah. Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut, Neva Sari Susanti menegaskan, posisinya bukan sebagai pelindung terhadap desa saat tersandung masalah, atau membuat desa dan  sekolah jadi kebal hukum.

"Kami sudah berkordinasi dengan pimpinan daerah, dengan adanya keinginan pihak desa dan sekolah, untuk menjalin kerjasama kesepahaman dengan institusi kami," kata Neva disela peresmian Balai Rehabilitasi Adhyaksa di Desa Cimurah, Kecamatan Karangpawitan, Garut, Jumat (1/7/2022).

Ia menyampaikan, Mou tersebut hanya sebatas membuka ruang konsultasi hukum dan program preventif pencegahan tindak pidana korupsi, terkait dengan anggaran dana desa (DD) maupun ADD.

"Agar tidak salah langkah dalam melaksanakan program anggaran dana desa,  maka mereka para desa khususnya, memerlukan pelayanan atau konsultasi hukum," jelasnya.

Ia kembali menyatakan, Mou tersebut bukan sebagai tameng untuk melindungi desa atau sekolah yang bermasalah.

"Kami tegaskan, Mou ini gratis, tanpa ada pungutan apapun, dan kami juga siap mendampingi para kepala desa saat tersandung masalah dan digugat secara perdata maka kami para jaksa sebagai pengacara negara, siap memberikan pendampingan hukum,"tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan melakukan penegakan hukum terhadap adanya pengaduan dari maayarakat terhadap desa yang bermasalah.

"Kami akan  melakukan penelusuran dan penyelidikan terhadap adanya laporan pengaduan dari masyakarat mengenai desa bermasalah,"pungkas Neva.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar