Kontribusi Paguyuban Pasundan di Milangkala ke 109

Ketua Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Prof Didi Turmudzi (Foto: Rengga/RRI)

KBRN, Bandung: Sebagai organisasi tertua di Jawa Barat yang saat ini berusia 109 tahun, (berdiri sejak tahun 1913) Paguyuban Pasundan akan terus konsisten memberikan kontribusi kepada Bangsa, dan berupaya mengembalikan kejayaan Pasundan pada masa lalu ke masa saat ini.

Hal itu diungkapkan Ketua Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Prof Dr HM Didi Turmudzi MSi, Ia katakan, pada Milangkala Paguyuban Pasundan ke 109 pada bulan Juli 2022 ini, berbagai rangkaian kegiatan sudah dilakukan yang mengacu pada apresiasi terhadap warga Paguyuban Pasundan berprestasi dan bakti sosial kepada masyarakat, sebagai wujud pengabdian.

"Kita sudah lakukan berbagai kegiatan, diantaranya membangun rumah bagi warga terdampak musibah, memberikan sembako warga majalengka dampak pandemi, memberikan beasiswa kepada siswa yang tidak mampu, memberikan beasiswa bagi atlet kita di sea games, ada 32 orang warga Paguyuban Pasundan," ungkap Prof Didi, di Ruang kerjanya, Jalan Sumatera Bandung, Senin (27/6/2022).

"Nanti tanggal 2 Juli ada seminar nasional terkait pemilu. Kita undang partai politik pejabar pemerintah, mahasiswa, dosen, sekitar 200 orang. Sebelumnya, kita gelar seminar bertema 13 pahlawan asal jabar, juga kita sudah mendeklarasikan komunitas dosen dan peneliti," imbuhnya.

Lebih lanjut Prof Didi katakan, sebagai konsen di bidang pendidikan yang merupakan cikal bakal berdirinya Paguyuban Pasundan, saat ini memiliki 120 sekolah dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Selain itu juga terdapat 14 ribu UMKM yang tersebar di indonesia, sebagai tanggung jawab moral paguyuban pasundan kepada masyarakat.

"Kita tetap konsisten dari sebelum kemerdekaan hingga hari ini, membantu perjuangan pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat. Walaupun kecil, paling tidak kita ikut berkontribusi sebagai rasa tanggung jawab untuk bangsa," katanya.

Sementara itu, untuk membentuk kemandirian kepada mahasiswa kedokteran yang berada di Perguruan tinggi Pasundan, pihaknya akan meresmikan Rumah Sakit di wilayah kota Bandung.

"Insya Allah kita akan resmikan rumah sakit, pada bulan Juli, karena kita memiliki fakultas kedokteran, yang sudah menghasilkan dokter dokter yang hebat. Disamping itu, mahasiswa kedokteran membutuhkan tempat praktek, juga terbentuk mandiri dan berjiwa enterprenership, kurikulumnya kita buat kemandirian," ucap Prof Didi.

"Karena sebenarnya, tuas kampus itu mensejahterakan dan pemberdayaan masyarakat, itu yang kita bangun," imbuhnya.

Selain itu, Prof Didi berharap kepada keluarga Paguyuban Pasundan dalam menghadapi iklim politik yang dinilai panas, agar tidak ikut ikutan. Namun dapat menciptakan suasana sejuk.

"Itu kita tegaskan kepada keluarga Paguyuban Pasundan. Kami juga berpesan agar melaksanakan yang menjadi undang undang, dimana jabatan Presiden dan Wakil harus 2 periode, kita harus konsisten dan taat kepada konstitusi, agar tidak ada kegaduhan, kita wajib menjaga kedamaian itu," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar