Bursa PIlkada KBB 2024 Diramaikan Independent

Imam Tunggara yang akan maju dari calon independen Pilbup KBB 2024 (Foto: Amelia Hastuti/RRI)

KBRN, Cimahi : Praktisi pendidikan yang juga anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari Partai Demokrat periode 2009-2014, Imam Tunggara, menyatakan niatnya untuk maju pada Pilkada KBB pada tahun 2024 melalui jalur independen. 

Untuk mewujudkan keinginannya tersebut, pria yang kini menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) LPPM Bandung Barat tersebut, mengaku sudah mendapatkan dukungan 40.000 KTP dari masyarakat untuk maju di Pilkada. 

"Saya sudah dapat dukungan 40.000 KTP dari warga, syarat untuk maju sebagai calon independen di Pilkada KBB adalah 70.000 KTP, artinya masih kurang 30.000 lagi. Insya Allah saya optimistis terkejar karena kan Pilkadanya juga masih jauh, tahun 2024," kata Imam, Jumat (22/10/2021).

Imam mengatakan, alasan dirinya untuk maju di Pilkad dari jalur independen karena tidak mau terjebak dalam mahar politik yang mahal. Selain itu, dirinya kini lebih menekuni dunia pendidikan dan tidak aktif di partai politik. Sehingga peluang untuk mendapatkan kendaraan politik di Pilkada sangat berat. 

Pandangan lainnya, karena masyarakat KBB dinilai mulai jengah dengan pemimpin yang berasal dari partai politik. Sebab dua kali bupati KBB yang berasal dari partai politik selalu berakhir dengan ditangkap oleh KPK. Untuk itu peluang figur atau calon dari independen menjadi sosok yang bisa jadi dirindukan masyarakat.

"Kalau figur dari partai politik nantinya ada ketergantungan dan tanggung jawab kepada partai, itu yang berat. Tapi kalau independen, tanggung jawab saya langsung kepada masyarakat," tegas pria yang sempat menjabat Ketua Komisi IV DPRD KBB

Ketika maju di Pilkada dirinya pun tidak ingin membuat tim sukses, karena takutnya ketika terpilih jadi merasa punya beban balas budi. Dirinya ingin langsung berbaur dengan rakyat dan dipilih berdasarkan kemauan rakyat, sehingga yang jadi the real hero ketika dirinya ditakdirkan terpilih, adalah rakyat se-KBB.

Menurutnya, kalaupun ada adalah membentuk tim perancang pembangunan KBB yang terdiri dari beberapa guru besar. Mereka nantinya akan mengkaji program pembangunan di sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pariwisata, birokrasi, SDM, dll. Sebab kondisi saat ini yang terjadi di KBB adalah pembenahan disegala sektor khususnya dibirokrasi. 

"Keinginan maju di Pilkada KBB adalah murni keinginan sendiri. Nantinya akan ada survei, apakah nama saya masuk di lima besar figur yang diinginkan rakyat untuk maju? Kalau masuk, maka akan terus lanjut karena ada peluang," ujarnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00