Penetapan Wagub Papua Terkatung-katung, Ormas Adat Sunda Dorong Presiden Terbitkan SK

Ketua Gerakan Pilihan Sunda (GERPIS) Andri Perkasa Kantaprawira.

KBRN, Bandung: Sejumlah organisasi masyarakat adat Sunda mulai menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi kekosongan jabatan Wakil Gubernur Papua yang sangat dibutuhkan warganya saat ini. Termasuk belasan ribu warga Sunda di Papua. 

Ketua Gerakan Pilihan Sunda (GERPIS) Andri Perkasa Kantaprawira menyatakan akan menyampaikan keprihatinan tersebut dalam forum pertemuan masyarakat Sunda di Jawa Barat. Warga di Jabar juga harus tahu bahwa ada saudaranya di Provinsi Papua tengah diombang ambing persoalan posisi wakil gubernur. 

"Sebagai bentuk keseriusan kami masyarakat untuk memikirkan masyarakat Papua yang notabene di dalamnya ada sekitar 11 ribu jiwa orang Sunda yg ada di Papua. Maka terkait hal tersebut, yakni keprihatinan sekaligus permohonan kepada pemerintah pusat ini akan dituangkan pada Maklumat Sunda," ujar Andri, Rabu (26/1/2022).

Keprihatinan yang dimaksud ditujukan terhadap adanya upaya pembiaran oleh pemerintah pusat terhadap posisi Wakil Gubernur Papua yang sangat dibutuhkan. 

"Kita berharap ada niat baik dari pemerintah pusat untuk penyelesaian kepemimpinan dengan rujukan surat yang telah dikeluarkan Gubernur Papua dengan No 122/1567/SEK tanggal 16 Desember 2021 lalu. Yang isinya merekomendasikan dua nama, Kenius Kogoya dan Yunus Wonda," ujarnya. 

Pihaknya berpendapat Presiden Jokowi seharusnya langsung menerbitkan kepres terkait penetapan Wakil Gunernur Papua. Karena proses politik sudah selesai dengan diajukannya surat oleh gubernur tadi. 

"Kasihan masyarakat Papua, karena mereka sangat membutuhkan berlangsungnya kepemimpinan yang normal, dimana kita semua tahu bahwa  kesehatan Gubernur Papua Lukas Enembe belum normal hingga mengakibatkan vakumnya pelayanan publik," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar