Pancasila Dapat Mencegah Polemik Dalam Bernegara

Anggota DPRD Jabar Haru Suhandaru ( Foto: Humas DPRD Jabar/RRI)

KBRN, Bandung: Belakangan ini ramai dibicarakan mengenai ulama kondang Indonesia yang ditolak masuk negara Singapura, karena dianggap seorang ekstrimis dengan ceramahnya.

Menyikapi hal itu, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Haru Suandharu menilai, masyarakat harus dapat menyikapi persoalan itu dengan berpedoman pada pancasila.

"Yang penting bagi kita adalah, bagaimana kita menyikapi sudut pandang yang berbeda-beda ini, masing-masing orang punya pendapat, tapi kita bisa dipersatukan dengan cara pandang Pancasila," katanya di Kota Bandung, Kamis (19/5/2022), dalam Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan.

Selain itu, Haru juga melihat adanya polemik masa jabatan presiden dengan menunda pemilihan presiden mendatang. Dirinya menyebut, hal tersebut sudah tertuang Undang Undang Dasar 1945, oleh sebab itu masyarakat penting memahami 4 pilar kebangsaan ini.

"Misalnya mau mengundurkan pemilu itu kan harus dilihat lagi konstitusi kita, harus dilihat lagi undang-undang dasar 1945, kalau memang mau merubah masa jabatan presiden harus di amandemen undang-undang dasar 1945," ujarnya.

Haru berharap, dengan adanya Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini, masyarakat dapat mengimplementasikan Pancasila, NKRI, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

"Saya berharap dengan sosialisasi 4 pilar ini peserta itu bisa melihat bagaimana 4 pilar ini dalam kehidupan sehari-hari, implementasi seperti apa, dan juga bagaimana kita hadir memberikan manfaat kepada masyarakat," harapnya.

"Jangan sampai masyarakat yg diajak pusing dengan mempertentangkan antara Islam dengan pancasila serta antar suku juga," tutup Haru.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar