Bawaslu Sebut 5 Indikator Pemilu Yang Berkualitas Dan Berintegritas

Ketua Bawaslu Subang Parahutan Harahap (Foto Ruslan Effendi/RRI)

KBRN, Subang: Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Subang Parahutan Harahap, menyampaikan lima indikator pemilu yang berkualitas dan berintegritas.

Untuk menghadirkan Pemilu Berkualitas, Kata Ketua Bawaslu Kabupaten Subang, merinci pemilu berkualitas itu adalah, indepedensi penyelenggara, kemudian indepedensi birokrasi atau netralitas ASN, Masyarakat pemilih, Partai Politik Peserta Pemilu, dan Pelaksanaan Pemilunya yang dilakukan secara demokratis, tanpa ada akses apapun.

"Indepedensi penyelenggara ini tidak bisa ditawar, ini harus yang benar-benar berintegritas, tidak lirik kanan, atau lirik kiri. Tetapi harus selalu berpedoman kepada aturan, dan juga kepada sumpah dan janjinya," tegas Parahutan kepada RRI di Subang, Senin (27/6/2022).

Indikator kedua adalah indepedensi birokrasi, atau netralitas ASN. Netralitas para abdi negara sangat penting, jika ada calon incumbent yang notabene adalah atasan mereka.Indikator ketiga adalah masyarakat pemilih. Indikator ini berkaitan erat dengan optimalisasi pendidikan politik, baik yang dilakukan oleh penyelenggara, partai politik, atau kontestasi maupun relawan. Pendidikan politik ini sebaga ikhtiar menghadirkan politik cerdas, sekaligus meminimalisir pelanggaran pemilu.

Bawaslu lanjut dia, sudah melakukan berbagai hal, dan upaya-upaya untuk pendidikan poltik, seperti madrasah demokrasi, SKPP, dan membangun kampung pengawasan.

"Di kita ada yang dimaksud dengan madrasah demokrasi, yang menyisir teman-teman yang mereka berada di pesantren. ini juga kita jelaskan tentang demokrasi dan kepemiluan," ujarnya.

"Tadi sudah juga kita berbicara tentang SKPP, Sekolah Kader Pengawasan Partisipan, yang menyasar teman-teman pemilih pemula, ada juga misalnya kita membangun kampung pengawasan. Ini kita sosialisasi di kampung kita jelaskan, ini pemilu begini," pungkas Parahutan.

Indikator yang ke empat adalah partai politik. Peran partai politik dalam menghadirkan pemilu berkualitas cukup vital dengan mengedukasi politik sehat dan cerdas terhadap para calon, baik calon legislatif maupun calon bupati dan wakil bupati.

"Partai politik adalah merupakan wadah untuk mencetak pemimpin-pemimpin yang di nasional sampai ke daerah, ini pentingnya. Inikan termasuk di internal mereka harus dilakukan pendidikan politik yang mungkin sudah dilakukan oleh mereka," katanya

Sedangkan indikator yang kelima yaitu berkaitan dengan pelaksanaan pemilu yang dilakukan secara  demoktratis dan tanpa tekanan. Pemilih datang ke TPS dan memberikan hak politiknya dengan kesadaran dan pilihannya masing-masing.

"Kalau proses-proses itu sudah dilakukan, maka pemilu dan pemilihan kita bisa dikatakan sebagai pemilu yang demokratis dan berintegritas," tambahnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar