FKDM Bersinergi Dengan Bawaslu Subang Mewujudkan Pemilu 2024 Yang Berkualitas Dan Berintegritas

FKDM Bangun Kooedinasi Dan Sinergitas Dengan Bawaslu Subang, Selasa (28/6/2022) (Foto Ruslan Effendi/RRI)

KBRN, Subang: Dalam rangka membangun sinergitas pemilu 2024 mendatang, Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Subang, terima kunjungan dan silaturahmi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), bertempat di kantor Bawaslu Subang. Selasa, (28/06/2022).

Ketua FKDM Kabupaten Subang Maman Supratman mengatakan, FKDM merupakan sebuah organisasi di bawah kementerian dalam negeri, di Subang di bawah Kesbangpol.

"FKDM merupakan organisasi yang menampung berbagai aspirasi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan potensi hambatan, gangguan, ancaman, dan tantangan di wilayah kabupaten Subang saat pelaksanaan pemilu," ujar Maman kepada RRI di Subang, Selasa (28/6/2022).

Tentunya FKDM lanjut Maman, saat menghadapi pemilu, dan pilkada serentak ini, suatu bagian yang tidak terpisahkan dari program pemilu, sebagai unsur masyarakat dalam ikut serta mensukseskan pilkada, dan pemilu di tahun 2024.

"Makanya pada hari ini kami, membangun kesepahaman dengan temen-temen dari Bawaslu, untuk sama-sama kita bersinergi, antara FKDM sebagai bagian yang bisa menampung, dan mengkoordinasikan berbagai potensi yang ada di masyarakat, dengan tupoksi Bawaslu Subang, sebagai bidang pengawasan di bidang kepemiluan," jelasnya.

Maman berharap, dengan berbagai elemen, pihaknya juga tidak sendiri banyak elemen lain, seperti Ormas, OKP, yang ada di Kabupaten Subang. Ikut sama-sama punya kesepahaman bersama, dalam mensukseskan pemilu, dan pilkada 2024. 

"Sebagai mana yang sudah kita lihat di beberapa kegiatan politik di Kabupaten Subang kebelakang, Subang selalu berjalan aman dan kondusif," ungkap Maman.

Pihaknya sebagai elemen masyarakat, juga harus berkewajiban, ikut mensosialisasikan  terhadap berbagai tahapan, dan teknik informasi kepemiluan kepada masyarakat.

"Untuk target, kita serahkan kepada penyelenggara, tapi bagaimana kita mencoba untuk ikut serta mendorong, dan mensukseskan, terutama dalam bidang kondusifitas masyarakat di Kabupaten Subang. Sehingga kalau kondusif, maka pelaksanaan politik juga akan ikut kondusif," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Subang Parrahutan mengatakan, bahwa Bawaslu sangat mengapresiasi atas silaturahmi, dan audiensi yang dilakukan oleh FKDM, dalam rangka sinergitas program, dan hal-hal yang bisa di kombinasi dengan Bawaslu. 

"Tentu kita berharap, akan semakin banyak pengawas partisifatif yang turut serta, dan ikut dalam mengawasi seluruh proses tahapan pemilu, maka pemilu akan menjadi berkualitas dan terintegritas," ucap Parrahutan.

Kemudian, pihaknya juga berharap, mendapatkan informasi-informasi secara dini, dari hal-hal yang mungkin bisa menodai proses pemilihan, karena mungkin akan ada pelanggaran, dan segala macam.

"Inilah apresiasi kita dari mawaslu, mudah-mudahan akan kita tingkatkan kepada MoU, yang lebih permanen dalam hal sinergitas, atau program untuk upaya-upaya pelaksanaan pencegahan di pemilu, yang akan datang," lanjutnya.

Masih kata Ketua Bawaslu, terkait penekanan pelanggaran, bicara presentasi pihaknya belum bisa, dinamikanya ini baru pemanasan. Tetapi tentu apa yang dilakukan Bawaslu sekarang ini adalah, dalam rangka memaksimalkan pencegahan pelanggaran.

"Jadi kita sampaikan kepada semua elemen masyarakat, termasuk semua forum, pentingnya pemilu dengan tingkat pelanggaran yang dini, kemudian, semakin demokratisnya pemilu. Artinya, semakin terjamin bahwa kesadaran berdemokrasi, kesadaran masyarakat tentang pemilu, akan tumbuh lebih baik," jelasnya.

Pihaknya pun berharap, upaya-upaya yang dilakukan Bawaslu tersebut, akan mengurangi resiko pelanggaran dalam pemilihan umum. 

"Mudah-mudahan presentase tersebut, akan seminimal mungkin, meskipun kita tidak bisa memprediksi secara presentase, dan semoga tidak ada pelanggaran. Semakin banyak orang yang tau, semakin banyak kita melakukan sosialisasi maka akan semakin luas," harapnya.

Parahutan melanjutkan, ini sebuah apresiasi atas kepedulian masyarakat, dan warga kita terhadap proses pemilu, atau proses pergantian kepemimpinan.

"Semakin banyak kesadaran, akan menjadi salah satu indikator keberhasilan sebuah pemilu," pungkas Parahutan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar