'Gerbang Cahayaku', Kadisperkim : Pilot Proyek Penataan Pemukiman Kumuh

KBRN, Garut : Meski dalam kondisi Pandemi Covid 19 dan ditengah devisitnya anggaran APBD Garut, namun tidak menyurutkan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Pemkab Garut untuk terus berinovasi serta melaksanakan program pembangunan Kabupaten Garut.

Kepala Disperkim Pemkab Garut, Ir.Eded Komara Nugraha mengatakan,ditahun 2021 ini pihaknya telah menuntaskan pembangunan insfratruktur pemukiman kumuh diwilayah perkotaan menjadi kawasan tidak kumuh melalui aplikasi program Gerakan Bangun Cegah Kumuh (gerbang cahayaku) yang mengacu pada SK Bupati No.100 Tahun 2017 dalam rangka pencegahan kawasan kumuh.

"Gerbang cahayaku diwilayah perkotaan dibangun dibawah luasan lahan 10 hektar sesuai dengan SK Bupati no 100 tahun 2017,"kata Eded diruang kerjanya,Kamis (23/9/2021).

Menurut Kadisperkim didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Andri Krisdian dan Kordinator Pelaksana Gerbang Cahayaku,Isnat Ahmad Zulfaqor, Inovasi program 'Gerbang Cahayaku' ini  merupakan kepanjangan tangan  dari program inovasi Pemerintah Pusat 'Kotaku'sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap prigram Imazing Garut sebuah program besar Bupati Garut.

"Karena keterbatasan anggaran, program ini baru dilaksanakan disatu titik diantaranya diwilayah Pataruman yang menelan dana sekitar Rp. 950 juta ,masih ada beberapa lokasi diwilayah perkotaan yang belum tersentuh program gerbang cahayaku ini,"jelasnya.

Ia menambahkan, namun untuk kawasan ruang terbuka publik (RTP) sudah dibangun di lima titik lokasi dikawasan pemukiman kumuh.

"Baik program gerbang cahayaku maupun  RTP memikiki tujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat atau program yang digembar gemborkan oleh pemerintah,"pungkasnya.

Dibagian lain menurut Kordinator Pelaksana Gerbang Cahayaku, Isnat Ahmad Zulfaqor, program tersebut merupakan mutlak  bentuk kemandirian daerah dalam penanganan kawasan  kumuh diwilayah perkotaan atas anggaran  sendiri tanpa ada campur tangan dari Pemerintah Provinsi maupun pusat.

"Program yang bersifat mandiri ini,bisa menjadi pilot proyek bagi daerah lainnya,"ujarnya.

Sementara menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Andri Krisdian,pengerjaan pelaksanaan program gerbang cahayaku  ini melibatkan masyarakat.

"Untuk pengerjaan dalam menata kawasan kumuh menjadi tidak kumuh,untuk tehnis pembangunannya melibatkan langsung masyarakat secara bergotong royong atau padat karya,namun kami tetap memberikan upah bahkan juga diberikan reward sebagai bentuk apresiasi dari kami kepada warga yang dinilai bisa bekerja dengan giat dan baik,"pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00