Mahasiswa di Banjarmasin Gelar Aksi Menolak Lupa Tragedi Jum’at Kelabu 1997

Mahasiswa di Banjarmasin Gelar Aksi Menolak Lupa Tragedi Jum’at Kelabu 1997.jpg

KBRN, Banjarmasin: Lingkar Studi Ilmu Sosial Kerakyatan bersama sejumlah perwakilan Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas dan Fakultas di UIN Antasari, Organisasi Mahasiswa Baru UIN Antasari, Mahasiswa umum dan masyarakat sipil menggelar aksi untuk memperingati 25 Tahun pasca terjadinya Jum’at Kelabu di Bundaran Hotel A, Selasa (24/5/2022) sore. 

Dalam aksi tersebut, sedikitnya ada empat poin yang disuarakan. Diantaranya menuntut pihak terkait agar segera menuntaskan permasalahan kemanusiaan pada Tragedi Jum’at Kelabu. Kedua, mendesak agar Pemerintah baik Daerah maupun Pusat mewujudkan kebijakan yang berkeadilan dan peka terhadap kondisi riil rakyat.

"Sehingga tak ada kesenjangan yang terus menumpukkan amarah dan kekecewaan rakyat," ucap Koordinator Lapangan Aksi, Abdu Syahid yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Lingkar Studi Ilmu Sosial Kerakyatan.

Tuntutan ketiga yakni, memperingatkan untuk menghentikan segala bentuk polarisasi politik tajam yang berpotensi menimbulkan kebencian kelompok yang tidak proporsional.

Terakhir, mengajak semua elemen rakyat untuk mewujudkan harmonisasi hidup beragam dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

Aksi dimulai pada pukul 16.13 WITA. Dalam rangkaiannya, aksi tersebut diawali orasi pembukaan oleh Ketua Umum LSISK, kemudian diikuti dengan pembacaan Pernyataan Sikap Aksi Menolak Lupa Tragedi Jum’at Kelabu, berdoa bersama, orasi, orasi pemberian dukungan moril terhadap rekan yang berjuang menuntut keadilan dalam kasus pelecehan seksual di UNRI, menyanyikan lagu perjuangan dan ditutup dengan sumpah mahasiswa. 

Aksi berakhir pada pukul 17.30 WITA yang kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan evaluasi di Halaman depan Kantor Pos Indonesia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar