Cerai Gugat, Dominasi Kasus Perceraian Di Banjarmasin

Drs.H.Saubari, M.Pd.I

KBRN, Banjarmasin : Kasus perceraian di Kota Banjarmasin dimasa Pandemi Covid-19 mengalami peningkatan. Sepanjang tahun 2021, sebanyak 1.609 pasangan di Kota Banjarmasin memilih untuk mengakhiri ikatan pernikahan.

Untuk umur sendiri, kasus perceraian didominasi usia 30 hingga 35 tahun sekitar 70%. Hal tersebut di sampaikan Panitera Pengganti Pengadilan Agama Kota Banjarmasin, Mahmud Sazali. 

“Kasus perceraian di Banjarmasin bisa dikatakan meningkat, kasus nya sih biasa biasa saja, ini rata rata kaum muda yang usia nya di bawah 30 dan 35 tahun, jenis perkaranya lebih banyak cerai gugat artinya yang mengajukan perceraian ialah perempuan,” ungkap Sazali kepada RRI, Senin (17/1/2022) pagi.

Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Drs.H.Saubari, M.Pd.I, mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan tingginya angka perceraian, diantaranya yakni faktor ekonomi dan munculnya ketidak cocokan dalam rumah tangga.

“Faktor ekonomi lebih mendominasi, apalagi ditengah pandemi Covid-19 ini, selain itu faktor lainnya perselingkuhan, dan masih banyak lagi,” kata Saubari.

Dari tingginya angka perceraian di Kota Banjarmasin, Saubari menghimbau kepada pasangan yang ingin menikah agar mempersiapkan pernikahan sebaik mungkin.

“Kepada anak muda yang sekarang sudah ada diusia menikah, saya sarankan agar mempersiapkan diri sebaik mungkin, mematangkan diri dari berbagai sisi seperti kematangan ekonomi, kemudian kematangan biologis, sosial dan agama,” tuturnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar