Panderan Baisukan Pro 4 RRI Banjarmasin "Nang Sakilan Jadi Sadapa"

Muhammad Taslimurrahman, Lc

KBRN, Banjarmasin : Sakilan adalah ukuran satu telapak tangan manusia, sedangkan sadapa ukuran panjang ketika kedua belah tangan manusia dibentangkan.

Peribahasa lain yang memiliki makna sama yaitu “Nang Sadapa Jadi Sapangiau” artinya bertambah panjang. Peribahasa ini diutarakan untuk sesuatu kabar berita yang asalnya pendek menjadi panjang. 

Misalnya ketika seseorang bertanya tentang kemana perginya si “Adul”. Lalu yang dijawab “Adul pergi ke pasar”. Jawabannya ini singkat dan jelas bahwa Adul ke pasar. Tetapi ketika berita ini disampaikan kepada orang lain dan diteruskan lagi kepada yang lain seperti pesan berantai maka berita tersebut akan bertambah panjang dan akan banyak informasi-informasi lain yang tidak jelas sumber infonya.

Hal tersebut diungkapkan Dosen UPB UIN Antasari Banjarmasin, Muhammad Taslimurrahman, Lc saat Dialog Pandiran Baisukan PRO 4 RRI Banjarmasin.

Nang sakilan jadi sadapa, lanjutnya, merupakan sebuah kabar yang bisa juga disebut dengan habar bin habar karena tidak ada kejelasan dan kepastian info yang valid sehingga banyak berita tidak jelas yang beredar di masyarakat. 

Apalagi apabila peribahasa ini dikaitkan dengan kondisi sekarang ketika medsos sudah merajalela di masyarakat maka sebuah info akan menjadi sebuah bola salju yang menggelinding terus membesar dan sulit dihentikan. 

“Maka sebagai masyarakat sadar akan hoax, sudah seharusnya bisa memilih dan memilah berita yang benar dan bohong, salah satu cara untuk mengetahui kebenaran sebuah berita adalah dengan bertanya ada mengecek kebenarannya kepada pihak yang bersangkutan sehingga tidak ada kesimpangsiuran di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Sebaiknya ketika mendapatkan sebuah kabar baru jangan langsung disampaikan kepada orang lain, tetapi disaring terlebih dahulu dan diperiksa sehingga tidak menyampaikan berita yang tidak jelas kebenarannya. Jangan sampai menjadi sumber berita tidak jelas, berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Jangan sampai “Nang Sakilan Jadi Sadapa”.(YuriFevi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar