Batu Ujian Bawaslu Tangani Laporan Paslon

bawaslu_kalsel.jpeg

KBRN, Banjarmasin : Tensi Pemilu Kepala daerah di Kalsel, nampak mulai meninggi, perhatian publik Kalsel tertuju pada pengaduan yang disampaikan paslon nomor urut 2 H. Denny Indrayana ke Bawaslu Kalsel.

Setidaknya dalam minggu ini dua kali cagub H Denny Indrayana bersama Tim nya meluruk ke Bawaslu Kalsel untuk menyampaikan pengaduan. Pengaduan yang dialamatkan pada calon gubernur urut 1, H Sahbirin Noor atas dugaan pelanggaran yang dilakukan pasangan ini.

Aduan pertama enam hari lalu, dan Rabu Malam (3/11/2020) secara langsung sang calon Gubernur H Denny Indrayana datang di Bawaslu Kalsel untuk menyampaikan berkas pengaduannya.

Menurut Denny kepada media usai melapor , ada 107 bukti pelanggaran yang menjadi materi pengaduan yang di alamatkan kepada paslon cagub dan cawagub nomor urut 1 ini.

Dengan menerima dua pengaduan ini tentu saja bagi Bawaslu Kalsel menjadi batu ujian dalam menangani kasus ini, setidaknya perlu kecermatan untuk mengurai aduan yang disanggkakan kepada paslon nomor urut 1, yaitu ada nya dugaan penyalah gunaan wewenang atau aktifitas yang menguntungkan pasangan calon terkait dengan pasal 71. Menurut Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kalsel Azhar Ridhani, setelah menerima berkas pengaduan itu akan melakukan proses pengkajian awal dan pembahasan, kalau unsur unsur teroenuhi maka di proses selanjutnya pembahasan di Sentra Penekan Hukum terpadu (Gakumdu).

Apakah pengaduan tersebut rontok atau tidak bisa diteruskan atau malah sebaliknya terus maka sangat tergantung pada proses yang dilakukan Bawaslu Kalsel secara keseluruhan, namun setidaknya hak hak pasangan calon mengadukan setiap dugaan pelanggaran dapat di respon dengan baik oleh para komisioner Bawaslu Kalsel.

Apakah pengaduan paslon nomor urut 2 ini memenuhi unsur unsur pelanggaran dengan berbagai alat bukti yang disampaikan, baik itu pelanggaran andministrasi yang harus di tindaklanjuti ke KPU atau memenuhi syarat pelanggaran pidana yang akan berproses secara hukum.

Pertautan dua paslon dalam pengaduan pelanggaran pilkada dari paslon nomor urut dua kepada paslon nomor urut satu ini memberi efek meningginya tensi perhelatan pilkada Kalsel yang hanya diikuti dua pasangan calon ini.

Tercatat dari proses pengaduan, proses klarifikasi telah mengahadirkan tim kuasa hukum dua kubu yang sedang berkontestasi, Kubu paslon dua yang tidak lain cagub nya adalah mantan Wamenkumham yang tentu piawai dalam memahami hukum secara teori dan praktis begitu juga tim kuasa hukumnya yang di motori Bambang Widjojanto, sosok yang dikenal malang melintang di LBH dan pernah menjadi Wakil Ketua KPK RI , 

Sementara itu paslon urut satu Sabirin Noor – Muhiddin juga didampingi tim kuasa hukum Masdari Tasmin dan Syaifuddin yang juga mumpuni dalam menangani kasus kasus hukum di Kalsel.

Bagaimana proses hukum selanjutnya, ada di tangan komisioner Bawaslu Kalsel, secara tepat memutuskan, sehingga sesuai dengan aturan dan koridor hukum yang berlaku, kecepatan penanganan berpacu dengan waktu, karena tahapan Pilkada terus berjalan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00