Janji Politik dan Jejak Digital Paslon

debat_calon_gub_kalsel_2020.jpg

KBRN, Banjarmasin : Janji dan Janji , itulah yang didapatkan public dari pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, pasangan calon walikota dan wakil walikota serta pasangan calon bupati dan wakil bupati . Janji janji tersebut terumbar dalam berbagai saluran komunikasi yang tersedia baik langsung maupun tidak langsung.

Paparan langsung di terima masyakat ketika bertemu atau tatap muka terbatas dengan pasangan calon atau tim pemenangan pasangan calon, biasanya dimulai dengan penyampaian misi dan misi paslon secara singkat, kemudian program apa yang akan dilakukan, lantas dianjutkan dengan dialog paslon atau tim pemenangan public yang hadir.

Senarai janji tersebut juga juga tersalur secara langsung melalui media penyiaran seperti radio, televisi secara live dan bisa juga interaktif melalui sabungan telepon maupun aplikasi video call seperti zoom, tak sedikit juga interaksi memalui laman media sosial yang diunggah media atau chanel komunikasi di facebook, istagram dan youtube serta kanal lainnya.

Tersaji juga secara tidak langsung namun bisa dicermati kapan saja di berbagai media mainstream seperti Koran, tabloid, media online, podcast, webb media, radio muli task, televise multa task, teks di facebook dan kanal youtube.

Dalam dua minggu ini dan hari hari kedepan public disuguhkan janji janji politik dalam kemasan debat public yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Propinsi Kalsel untuk paslon gubernur dan wakil gubernur dan KPU Kota Banjarmasin untuk paslon walikota dan wakil walikota da KPU kabupaten paslon bupati dan wakil bupati kabupaten setempat.

Debat Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel antara Pasangan Nomor urut 1 H Sahbirin Noor dan H Muhiddin dengan Pasangan nomor urut 2 H Denny Indrayana dan H. Difiyadi Darjat, tersuguh bagi 2,7 juta pemilih Pilkada Kalsel, berapa pemilih yang mengikuti debat yang di tayang lembaga penyiaran Publik TVRI, tentu tak tersedia data seperti itu.

Debat edisi pertama yang menghadirkan cagub H Sahbirin Noor dan H Denny Indrayana, setidaknya bisa di akses di berbagai platform media, media mainstream maupun di media sosial, beribu unggahan dan berbagai tanggapan dapat diikuti public dan berbagai saluran informasi yang tersedia.

Begitu juga sebelumnya debat paslon walikota dan wakil walikota Banjarmasin yang menghadir pasangan calon salam debat public edisi pertama tersuguh bagi 448 ribu pemilih dalam pilkada Banjarmasin ini, tentu ada yang menyaksikan langsung pada siaran langsung di di tayangkan TVRI, maun melalui kanal Youtube yang diramaikan dengan berbagai komentar dan dukungan.

Di era revolusi 4.0 saat ini, apa yang pun yang sudah ditayang di berbagai platform media multi tasking, bukan hanya tercetak tetapi juga diunggah di kanal online, bukan saja di dengar melalui radio langsung, ada juga siaran straeming dan tak tertinggal juga teks nya terbaca di media online nya, tak hanya itu di lelevisi juga tertayang pemberitaan, siaran ulang , steaming dan tertulis di media online nya.

Belum lagi yang tersimpan di laman laman media sosial pribadi, chanel sosial media, grup grup media sosial, semua terekam, tersimpan dalam jutaan bite memori, bisa dibuka kapan saja dan dimana saja.

Artinya, apa yang menjadi janji dalam pilkada 2020 ini semua terekam dengan baik dalam jejak digital, bahkan sejak pilkada sebelumnya, misalnya ketika mengklik di mesin mencarian google debat calon gubernur tahun 2015. 

Tentu dengan mudah akan muncul hasil pencarian baik yang terekam di media mainstream di media konvensional maupun new media, begitu juga di media sosial, setelah di klik maka muncul tayangan, teks, video, gambar. Janji pada pilkada tahun ini dan janji pilkada tahun 2015 bisa di akses public jejak digitalnya.

Ada sejumlah petahana di Kalsel yang berlaga lagi dalam pilkada 2020 ini, seperti Cagug Kalsel Sahbirin Noor, Cawali Banjarmasin Ibnu Sina, Cabub Kotabaru H Syaid Jafar dan wakilnya H Burhanuddin yang maju sendiri sebagai cabub, Cabub Balangan H Ansharuddin, Cawawali Banjarbaru Darmawan Jaya, Cabub Hulu Sungai Tengah (HST) Berry Nahdian Forqan saat ini petahana Wakil Bupati HST, Cagub Banjar H Saidi Mansyur petahana Wakil Bupati Banjar.

Ketika sang petahana mengklaim telah melaksanakan program, pencapaian visi misinya maka dengan mudah di cari jejak digitalnya apakah hal itu memang sudah dilakukan, sudah tercapai, atau malah tak pernah ada informasi sama sekali janji janji itu dilaksanakan atau bahkan di programkan pun tidak pernah. 

Aktifitas yang dilakukan ketika menjagi gubernur, walikota, wakil walikota, bupati dan wakil bupati, kontroversi yang muncul ketika mereka memimpin, prestasi yang pernah diraih, bahkan bisa juga informasi terkait dengan kasus hukum, semua terekam dengan baik dalam jejak digital yang dapat dengan mudah di akses.

Bagaimana pula dengan kandidat yang baru muncul dalam perhelatan pilkada kali ini baik cagub, cawagub, cawal dan cawali, serta cabub dan cawabub, maka tinggal klik saja nama yang bersangkutan dalam mesin pencarian atau search engine seperti google, yahoo, baidu, dan mesin pencarian lainnya di dunia maya. Jika yang bersangkutan tidak terekam sama sekali maka sering nitizen menyebutnya orang tersebut hidup di alam yang lain.

Kalaulah ada rekaman digitalnya maka bisa dilihat apakah yang sudah diakukannya, sikap dan karakter, ketegasan, kepedulian dan jejak kepemiminannnya, sehingga public bisa menilai siapa kandidat ini, tentu banyak berharap dia tidak orang kemaren sore yang tiba- tiba muncul kemudian minta dipilih oleh rakyat di daerahnya.

Sebuah keniscayaan semua orang memang harus adaptif dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, apa yang dilakukan,kegiatan organisasi, pemerintahan, aktifitas sosial, aktifitas politik terekam dalam jejak digital, liputan media, unggahan di media sosial, aktiftas di zoom meeteng, google meet, akan terekam dengan baik, bahkan ketika terunggah di ruang ruang public di dunia maya akan tersimpan di berbaga platform digital bahkan di jutaan bite memori pribadi.

Janji janji yang disampaikan selalu bisa dinilai rasional atau tidak rasional, hanya menghayal dan tak mungkin di realisasi secara nyata, hanya bualan belaka, atau janji sungguhan, begitu juga klaim sudah melaksanakan janji, pencapaian visi dan misi serta proram unggulan lima tahun lalu, selalu bisa di uji dari berbagai informasi yang tersaji dalam dunia digital. Kelak janji janji itu bisa di tagih rakyat yang memilih.

Kecerdasan publik dengan kekuasaan jari jemari ,bisa menguji semua janji kandidat dan klaim petahana, banyak janji yang bisa dibutiri dari debat paslon gubernur , seperti janji menyelamatkan meratus, mencipkan lapangan kerja, mengembangkan ekonomi non ektrakktif, pengembangan ekonomi kreatif yang butiran lainnya yang tentu saja terekam dan ada di genggaman dan jari jemari pemilih yang cerdas yang hidup dan adaftif dengan kemajuan teknologi. 

Pemilih yang tak mudah dibuai janji janji apalagi di beli dengan natura yang tentu tidak bisa membuat sejahtera untuk masa depan banua yang segera masuk dalam pase recovery setelah di dera pandemic covid 19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00