Waspada Bencana Fenomena La Nina

pohon_tumbang.jpg

KBRN Banjarmasin : Fenomena alam terkait  dengan cuaca,  dalam dua  minggu terakhir membuat suasana waspada, waspada terhadap curah hujan yang tinggi, waspada terhadap hujan dan petir, angin kencang, dalam kancah fenomena La Nina.

Laman  BMKG menulis  secara khusus peringatan dini waspada potensi  hujan disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat pada siang dan sore hari di wilayah Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kotabaru dan Banjar sekitarnya pada hari ini.

Peringatan waspada itu juga pada hari Jumat besok, kewaspadaan potensi hujan sedang  hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang pada siang, sore dan malam hari di Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Tapin, Barito Kuala, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Balangan, Tabalong dan Tanah Bumbu dan sekitarnya.

Tiga hari yang lalu, enam unit rumah hancur di terpa angn kencang disertai hujan deras di Kelurahan  Teluk Tiram. Menurut Muhammad Hilmi, enam buah rumah tersebut ada yang rusak berat da nada yang rusak ringan.

"Penyebab kerusakan karena diterpa angin kencang  pada saat hujan lebat," katanya.

Fakta lain, pohon tumbang di jalan A Yani  kota Banjarmasin, bersyukur tidak ada korban tertimpa pohon ini,  juga dua pohon tumbang  di kawasan Basirih Bannjarmasin yang menyebabkan terganggu nya jaringan listrik.

Hari ini Banjarmasin hujan ringan , akan tetapi esok hari Jum’at di perkirakan Banjarmasin bakal  hujan lebat disertai petir dan angin kencang,  sehingga harus menjadi kewaspadaan masyarakat Banjarmasin.

Sementara di Banjarbaru hari ini hujan petir pada siang hari, begitu juga di Batulicin, Kotabaru pada siang hari. Sedangkan esok Jum’at di Amuntai, Banjarbaru, Batulicin, Kandangan, Martapura dan Tanjung berpotensi hujan lebat diserta petir.

Kewaspadaan lain, terhadap fenomena anomali cuaca yang disebut La Nina, BMKG memperkirakan puncaknya pada bulan oktober 2020 hingga Maret 2021.

La Nina  ini diketahui merupakan fenomena iklim global yang ditandai dengan adanya anomali suhu muka ait laut di Samudera Fasifik  tengan ekuator. Suhu muka air laut di kawasan itu lebih dingin dari biasanya.

Bahkan BMKG menyebut hingga saat ini suhu disana bisa mencapai minus 1 derajat celcius. Menurut Kepala BMKG Dwikora Karnawati di laman BMKG, dampak dari fenomena ini terasa di Indonesia yang suhu muka air lautnya lebih hangat.

Terjadinya perbedaan suhu terebut menyebabkan perbedaan tekanan udara yang mendorong aliran masa udara basah dari fasifik ke kepulauan Indonesia, hal ini berdampak pada penambahan uap air  dan pembentukan awan hujan di Indonesia, pada hal bersamaan itu di Indonesia sedang musim penghujan.

Sehngga di prediksi menambah akumulasi curah hujan bulanan dan musiman yang meningkat, 20-40 persen.

Ada banyak tesa yang menyebut dampak fenomena alam La Nina, ini seperti Banjir, tanah longsor, angin puting beliung, tersambar petir, banjir rob, dan musibah lainnya yang mungkin terkena misalnya tertimpa pohon dan kejadian lain disebabkan hujan petir, dan angin kencang.

Bagi kehidupan petani dalam menjalankan usaha tadi sebagian besar tergantung kondisi musim dan cuaca, karena sebagian dari lahan petani di daerah ini, pertanian tadah hujan, sangat tergantung dengan musim hujan hujan, terutama menghitung memulai tanam padi, agar tidak tenggelam dan juga agar tidak mengalami kekeringan ketika mendekati masa panen.

Diperlukan koordinasi yang intensif petani, kelompok tani, dinas pertanian dan jajaran penyuluh pertanian, serta kalangan pakar pertanian, sebagai upaya antisipasi terhadap kehidupan petani. Ujung ujung nya produktifitas pertanian dan ketahanan pangan Banua ini.

Secara mandiri, masyarkat secara pribadi harus membangun ke waspadaan, terutama yang berdiam di daerah yang terpetakan rawan banjir rawan tanah longsor, harus mengikuti program mitigasi bencana. 

Bagaimana Ketika berada di jalan atau di suatu tempat, saat hujan lebat di sertai angin kencang, maka hal penting di perhatikan, keselamatan diri, kalau berteduh tidak dengan besar, menjauh dari sungai, kolam dan danau, ada banyak tip yang di tayang di media penyiaran, televisi, media mainstream yang mengedukasi waspada dari fenomena La Nina. 

Kewaspadaan agar selamat, kewaspadaan agar bisa adaptif dengan fenomena anomali cuaca ini. Alam mengajar kan kepada kita, tanda tanda alam telah mengabarkan agar bisa berdaya, selamat dan sejahtera.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00