Stick Cone dan Kota Ramah Sepeda

stic_cone.jpg

KBRN, Banyak julukan yang bisa disematkan kepada sebuah kota, karena fasilitasi, layanan, kinerja serta komitmen  yang diberikan kepada warganya, seperti kota ramah anak, kota ramah difabel, kota ramah pemuda, kota tanpa plastik sekali pakai, kota pintar atau smart city, kota sehat, kota layak huni dan lainnya.

Julukan itu sudah disematkan  kepada Kota Banjarmasin yang dihuni hampir 700 ribu jiwa, setiap hari ribuan orang bersepeda baik pada siang hari maupun malam hari, terlebih pada hari Sabtu, malam minggu hingga hari minggu. 

Dalam dimensi kota sehat, salah satu tatanan yang ada, tersedianya  jalur sepeda merupakan persyaratan untuk mendapat predikat  kota sehat. Kalau melintas seputar Mesjid Raya Sabilal Muhtadin terlihat jalur berwana kuning dan bergambar sepeda, dilengkapi tulisan jalur sepeda, begitu juga di jalan S Parman, Jalan A.Yani dan Jalan Brigjen Hasan Basri kayu tangi.

Namun tak jarang memang, jalur jalur sepeda tersebut direbut  pengguna jalan lainnya, bisa sepeda motor, bahkan mobil melewati jalur sepeda, sehingga sepeda pun tersisih, keselamatan pesepeda pun terancam.         

Menteri Perhubungan ( Menhub) Budi Karya Sumadi bersama jajarannya di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melakukan sosialisasi “Aturan Keselamatan Pesepeda Di Jalan” di Gelora Bung Karno, Jakarta, beberapa waktu yang lalu dalam rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional.

Sosialisasi ini dilakukan Menhub, untuk mewujudkan kota yang ramah terhadap aktivitas bersepeda. Apalagi lagi kini bersepeda menjadi tren di masyarakat pada masa pandemi Covid-19. Hal ini bagus karena olahraga bersepeda baik untuk metabolisme tubuh.

Walikota Banjarmasin dalam rangkaian Hari Jadi Kota Banjarmasin September lalu mendeklarasikan Banjarmasin Ramah Sepeda, deklarasi dilakukan saat acara gowes malam, yang merupakan salah satu n peringatan HUT ke-494 Kota ini. "Karena Banjarmasin Flat dan di ruas-ruas tertentu sudah agak lebar sehingga ada jalur sepeda nanti," kata H Ibnu Sina, saat itu.

Secara global dikenal beberapa kota ramah sepeda bahkan disebut sebagai surga bagi pesepeda, tersebut Kota Kopenhagen di Denmark, Amsterdam Belanda, Portland di Amerika Serikat, Montreal Kanada, serta Tokyo di Jepang, dikota kota tersebut publik bersepeda semakin besar bahkan pelancong demam bersepeda di negeri itu, ada banyak fasilitas yang memanjakan para pesepeda. Aman dan nyaman adalah kunci bari para pesepeda, mulai dari jalur sepeda, parkir sepeda,  rambu rambu yang memberi prioritas pada pesepeda, dan tempat persewaan sepeda yang mudah di akses.

Di Indonesia, Brilio,News mencatat 10 kota yang ramah terhadap pengendara sepeda, yaitu Jepara, Bandung, Jogyakarta,  Kuta, Solo, Tabanan, Balikpapan, Magelang,  Jakarta dan Pontianak, di kota kota ini ada jalur sepeda, parkir sepeda, rambu rambu yang memberi prioritas bagi pecinta sepeda.

Goweser Fahmi Fahriadi yang juga pegiat kota sehat menyebutkan keberadaan stick cone untuk jalur sepeda makin memperjelas jalur yang mestinya di lewati para penunggang sepeda, tidak berebutandnegan pengguna trans portasi lainnya. ‘’ Rasa aman penting bagi para pesepeda,’’ kata Fahmi yang senang menggunakan sepeda lipat.

Keberadaan stick cone untuk japur sepeda sepanjang jalan Ahmad Yani yang merupakan jalan utama di kota Banjarmasin, semakin meneguhkan kota ini  menjadi kota ramah sepeda. Sebagai kota seribu sungai, tentu perlu juga jalur jalur sepeda yang bisa mengitari pinggiran sungai sungai di Banjarmasin.

Terungkap informasi dari Dishub Kota Banjarmasin pembuatan dan pemasangan stick cone untuk jalur sepeda ini dimulai di Jalan Ahmad Yani dari Km 6 hingga Km 2  pada kiri dan kanan jalan protocol tersebut. Pemasangan stick cone itu sendiri sudah mengacu pada peraturan perundangan terkait lalu lintas dan jalan raya. Menurut Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Febry Ghana Utama pemasangan fasilitas ini untuk memberi rasa aman dan nyaman para pesepeda.

Komitmen untuk mewujudkan Banjarmasin ramah sepeda harus tak henti, maka panjang jalur bersepeda harus terus bertambah, pasilitas lain perlahan harus terus diwujudkan seperti parkir sepeda di kawasan ruang public dan privat, rambu rambu prioritas bagi pengendara sepeda

Tentu saja memerlukan kesadaran masyarakat untuk saling menghormati pengguna  jalan raya, sehingga terjadi harmoni dalam berkendara di jalan raya. ‘’Harapannya taka da yang serobot jalur sepeda,’’ kata Fahmi Fahriadi. Rasa aman dan keamanan bagi  goweser sangat penting.

Pehoby bersepeda dan pegiat olahraga tidak mandeg dalam masa pandemi covid19, bahwa protocol kesehatan tetap bisa terjaga ketika bersepeda, pakai masker, membawa hand sanitizer, selalu mencuci tangan. Terus bersepeda, tetap sehat dan terus kawal Banjarmasin menuju Kota Ramah Sepeda.

       

  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00