Energi Bersama Menahan Zona Hijau Banjarmasin

img_20201125_112215_1.jpg

KBRN Banjarmasin – Telah lebih tiga minggu zona hijau penularan covid 19 di Banjarmasin, meski soal status zona hijau masih ada perdebatan namun setidaknya hal ini harus memberi energi positif bagi upaya bersama untuk tetap bertahan dan tidak terjangkit virus covid-19 ini, dan tentu bukan malah sebaliknya menjadikan  semua lengah dengan kondisi yang belum betul-betul bebas dari ancaman covid 19 ini.

Kekhawatiran munculnya serangan virus covid19 gelombang kedua maka hendaknya ini menjadi perhatian semua ada banyak kasus di daerah lain ada lonjakan warga yang di nyatakan positif, bahkan di beberapa negara serangan gelombang kedua justru lebih besar dibanding fase sebelumnya.

Sampai sejauh ini belum ada satu tesa pun yang menyatakan kondisi bebas dari ancaman virus global ini apalagi untuk vaksinnya belum dipastikan bisa menahan laju penjangkitan virus ini masih ada perdebatan soal efektif atau tidak efektif, belum lagi terkait dengan soal halal atau tidak halal.

Terlepas dari semua itu, tentunya kita berharap vaksin covid 19 ini segera betul betul terwujud dan segera mulai diberikan kepada seluruh komponen warga. Secara riel untuk urusan ini sudah diserahkan kepada ahlinya yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan  maka semua itu bisa diterima dan  disambut oleh seluruh masyarakat.

Menurut informasi yang disampaikan Ketua Komite Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick  Thohir sesuai Perpres 99 tahun 2020 tentang pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi,  bahwa  target pemberian vaksin warga di rentang usia 18 – 59 tahun. Kemudian kemungkinan di rioritaskan daerah zona merah.

Data dari Gugus tugas percepatan penanganan Covid 19 Kalsel, dalam dua hari terakhir,  kasus covid-19 di Kalimantan Selatan mulai melandai, ditandai dengan hanya ada kenaikan 22 kasus baru, total yang terjangkit menjadi 12.905 orang, namun 11.648 diantaranya telah berhasil sembuh, sedangkan 738 lainnya masih dirawat dirumah sakit maupun tempat karantina.

Para ahli dari Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat juga mengingatkan tentang istilah zona hijau jangan sampai bias, karena ini bisa melemahkan sikap  masyarakat karena itu harus terus diingatkan agar masyarakat tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan, memakai masker keluar rumah sering mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan itu cara yang paling efektif sambil menunggu kehadiran vaksin yang betul-betul efektif untuk memangkas penularan virus ini.

Dalam debat pasangan calon walikota dan wakil walikota Banjarmasin tiga hari yang lalu,  terungkap komitmen dan kesamaan pandangan bahwa tidak ada yang tahu kapan covid 19 ini berakhir . Keempat pasangan calon telah menyiapkan strategi untuk keberlanjutan penanganan dan upaya pencegahan sebaran covid-19 ini. Upaya melalui berbagai strategi dan program sehingga siapapun yang terpilih nanti tentu akan memberikan satu komitmen menjaga keselamatan masyarakat.

Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin sungguh masih sangat hati-hati terkait dengan pembukaan sekolah untuk belajar tatap muka,  sampai hari ini baru ada 4 sekolah yang di uji coba belajar tatap muka pada tingkat sekolah menengah pertama, sementara untuk penerapan  secara keseluruhan dinas pendidikan merencanakan akan mulai belajar tatap muka itu pada tahun 2021. Hal itu direncanakan sambil melihat perkembangan penanganan covid-19 yang dilakukan pemerintah termasuk yang dilakukan di Kota Banjarmasin.

itu artinya untuk di sekolah relatif bisa dikendalikan karena ada otoritas yang mengambil kebijakan untuk bisa diterapkan dan tentu saja model pengawasan pun bisa dilakukan dengan baik,  begitu juga di tempat-tempat ibadah masih bisa tetap dikendalikan dengan jaga jarak memakai masker kemudian menyedi akan tempat tempat cuci tangan hand sanitiser serta dilakukan penyemprotan desinfektan.

Di sebuah masjid di kawasan Jl Ahmad Yani Banjarmasin,  yaitu Mesjid Besar Taqwa, depan masjid masih tertulis aturan terkait dengan protokol kesehatan pencegahan covid 19, begitu  masjid Al Munawaroh di Pengambangan,  ketika kita mau masuk mesjid sudah terlihat tulisan mengingatkan protokol kesehatan ,  shaf salat masih berjarak, karpet  masih digulung sehingga jamaah bawa sajadah sendiri kemudian di depan masjid tersedia tempat cuci tangan,  jamaah yang hadir memakai masker . Hal ini tentu patut diapresiasi, terlihat juga  di masjid tua di Banjarmasin di Masjid Jami masih diatur jaga jarak pakai masker.

Bagaimana pula kerumunan di tempat-tempat umum seperti di pasar di Mall atau di tempat-tempat hiburan dan rumah makan, begitu juga di acara-acara yang digelar di hotel, apalagi akhir akhir ini banyak   pesta perkawinan di gelari masyarakat,  bagaimana pengawasan oleh aparat terkait dan bagaimana juga prosedur yang harus diterapkan untuk kerumunan kerumunan seperti itu.

Seyogianya info tentang zona hijau itu tidak melenakan kita,  merasa ini sudah bebas terbebas dari apa yang namanya covid-19 tetapi yang namanya kewaspadaan harus terus ada, meskipun operasi yustisi untuk menegakkan disiplin penggunaan masker sudah mulai berkurang sebagaimana diakui  jajaran Satpol PP kota Banjarmasin dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Banjarmasin,  bahwa operasi penegakan  Perwali Nomor 68 tidak segencar ketika Banjarmasin masih zona merah. Hal ini terkait dengan ketersediaan anggaran di akhir tahun ini juga semakin berkurang. Harapannya habbit selama beberapa bulan dengan sebagai efek gelaran operasi yustisi penegakan disiplin  ini  menjadi kebiasaan hidup masyarakat,  di tengah pandemi yang masih mengintai dan mengancam kita.

Kiranya perlu energi  bersama, menguatkan komitmen masyarakat dan semua pihak, untuk tetap disiplin dengan pola hidup bersih dan sehat, menerapkan kebiasaan yang mengacu pada protocol sehatan pencegahan penularan virus Covid 19, memakai masker ketika keluar rumah, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, serta  menghindari kerumunan atau jaga jarak. Banyak sekali para pakar yang mengungkapkan inilah cara yang paling murah dan mudah, namun memerlukan komitmen dan kedisiplinan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00