Menggandakan Relawan Masa Pandemi

Pelatihan Relawan Covid-19

KBRN Banjarmasin : Masa pandemi belum berakhir, secara nasional ada daerah dengan  angka kasus terjangkit yang meningkat, begitu juga di Kalsel beberapa kabupaten masih belum melandai, kasus baru  masih ditemukan, angka yang meninggalpun masih mewarnai update harian penanganan covid 19 di Banua kita.

Data dari Gugus Tugas percepatan penanganan covid 19  provinsi Kalsel kemarin, jumlah pasien covid-19 di Kalimantan Selatan kembali sembuh dari covid-19 bertambah 74 orang, hingga total yang sembuh dari penyakit mematikan ini menjadi 11.770 orang, sedangkan mereka yang masih dirawat dibeberapa rumah sakit maupun tempat karantina berjumlah 725 orang, warga yang baru sembuh dari covid-19 ini umumnya berasal dari tempat karantina yang berasal dari 9 daerah.

Adapun warga yang terpapar covid-19 ada penambahan sebanyak 50 kasus yang berasal dari 9 daerah, kasus terbanyak berasal dari kabupaten Banjar sebanyak 20 kasus.

“Secara proporsi kasus covid-19 di Kalsel saat ini adalah, sembuh 90,41%, dirawat 5,57% dan meninggal dunia 4,02%,” ungkap Muslim jubir TGTPP Covid-19 Kalsel.

Pasien covid-19 yang meninggal dunia bertambah dua kasus, keduanya dari kabupaten Banjar.

Melihat data-data tersebut di atas maka semua sepakat bahwa pandemi ini belum berakhir sekali lagi belum berakhir, sehingga tidak boleh melengahkan,   karena itu Badan Nasional penanggulangan bencana dan dan satgas copied 19 Pusat terus fokus dalam upaya pencegahan dan penanganan wabah global ini.

Kali ini, guna memaksimalkan upaya pencegahan penyebaran Covid-19, sebanyak 1.000 orang relawan kembali dibentuk di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang menjadi bagian dari target 10 ribu relawan  Covid 19 di 7 provinsi di Indonesia.

Sebelumnya Satgas Covid 19 pusat membentuk 32 ribu relawan Covid 19 di seluruh Indonesia yang dilatih secara virtual.

Wagub H Rudy Resnawan ketika membuka pelatihan relawan tersebut mengatakan upaya pemerintah dalam menghambat laju penyeberan Covid-19 lebih maksimal dengan adanya para relawan ini.

Saat ini Indonesia sedang menghadapi ketidak pastian, ucap Rudy,  sebelum ditemukannya vaksin dan obat covid-19 maka satu satunya jalan adalah memaksimalkan penerapan Protokol Kesehatan dimasyarakat.

Disinilah diperlukan relawan untuk turut menahan  penyebaran Covid 19, tanpa dukungan komponen masyarakat secara aktif, maka mustahil bisa maksimal dalam melaksanakan upaya yang bersifat preventif dan kuratif.

Cukup kah dengan 1000 relawan sebagai sumberdaya penguat penanganan covid 19, apa lagi di kaitkan dengan proyeksi masuk era new normal yang tetap tetap mensyaratkan penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

Bila dilihat luasnya cakupan area 13 kabupaten kota di Kalsel kemudian jumlah penduduk di provinsi tertua di Kalimantan ini maka dinilai masih kurang apalagi tentang waktu singgah masuk fase new normal.

Apalagi kalau dikaitkan dengan wanti-wanti yang yang disampaikan para ahli pandemi, agar jangan sampai terjadi di serangan virus gelombang yang kedua. Banyak pengalaman yang telah memberikan pelajaran bagi banyak negara atas kasus-kasus serangan gelombang kedua.

Lantas apa apa yang bisa dilakukan untuk menambah relawan yang bisa bekerja mendukung upaya-upaya yang dilakukan pemerintah. Ada banyak komponen di masyarakat yang bisa didayagunakan menjadi relawan.

Di setiap Kabupaten dan kota di provinsi ini tumbuh dan dan berkembang komunitas-komunitas yang peduli pada aktivitas sosial,  ekonomi, lingkungan  dan usaha kecil. Anggota komunitas ini adalah orang-orang yang yang secara sukarela terlibat dalam berbagai aktivitas komunitasnya, oleh karena itu itu tidak menutup kemungkinan mereka bisa diajak untuk mendiskusikan merancang peluang aksi yang bisa dilakukan kan mereka.

Apakah tidak mungkin dari anggota komunitas sepeda misalnya yang suka gowes kemudian dia masuk ke berbagai sudut kota di Banjarmasin Banjarbaru Martapura Kabupaten Banjar Kandangan Barabai tanjung dan kabupaten lain, sambil gowes menyebarkan stiker poster yang mengingatkan bahwa ancaman covid19 ini masih ada dan mengintai kehidupan kita.

Ada juga komunitas peduli sungai yang bisa berinteraksi dengan masyarakat bantaran sungai, yang lainnya ada komunitas pemangku sungai adalah mereka yang tinggal di sekitar sungai yang menjaga Sungai tetap bersih tetap sehat maka juga berpeluang untuk berpartisipasi dalam rangka kehidupannya norma masa pandemi ini.

Terlebih lagi komunitas yang melibatkan anak-anak muda dalam kesehariannya mereka sangat piawai menggunakan gawai dunia digital, sehingga informasi tentang isu isu  terkait covid-19 ini bisa sampai kepada publik.

Kuncinya adalah bagaimana bisa melibatkan mereka, strategi seperti apa yang bisa dilakukan dan kemudian model pelibatan seperti apa yang bisa diwujudkan sehingga kita bisa melipat gandakan relawan yang bisa mendukung upaya percepatan penanganan covid 19 ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00