Adu Data Dalam Debat Pamungkas Pilgub Kalsel

Terungkap komitmen selamatkan meratus foto antara.jpg

KBRN, Banjarmasin - Debat terakhir calon gubernur dan calon wakil gubernur Kalimantan Selatan tahun 2020 yang menghadirkan  dua pasangan yaitu paslon nomor urut 1  H. Sahbirin Noor dan H.Muhidin dengan paslon nomor urut 2 H. Denny Indrayana dan H Difriadi Darjad Sabtu (28/11/2020) malam.

Debat final tersebut membahas empat isu pokok yaitu kesehatan, infrastruktur, sumberdaya alam (SDA) dan energy. Tentu saja,  persoalan dari tema tersebut  memiliki daya tarik publik karena tema tersebut sesuai dengan kondisi kekinian provinsi Kalimantan Selatan.

Sebagaimana penjelasan Komisioner KPU Kalsel, Edy Ariansyah,  ada empat pokok masalah pada tema debat final yakni kesehatan, infrastruktur, SDA dan energi. Dalam sesi pendalaman debat tema SDA dan energi terbagi lima bidang permasalahan, yaitu pertambangan, pertanian, kehutanan, perikanan dan kelautan

Debat dimulai dengan pemaparan visi misi pasangan calon nomor urut 1 dan pasangan calon nomor urut 2 terkait dengan tema debat yang sudah ditetapkan oleh KPU provinsi Kalimantan Selatan, setelah itu dilanjutkan dengan pendalaman dari materi-materi yang sudah disiapkan oleh tim rumus materi debat yang terdiri dari para pakar akademisi dan praktisi yang ditunjuk oleh KPU provinsi Kalimantan Selatan.

Selanjutnyav dengan saling bertanya antar Paslon, dimulai Paslon 2 menyampaikan pertanyaan kemudian diikuti dengan tanggapan atau jawaban oleh pasangan calon urut 1, dan dilanjutkan kan dengan tanggapan balik dari pasangan calon yang menyampaikan pertanyaan atau persoalan.

Paslon  1, mendapat kesempatan pertama memaparkan visi-misinya menonjolkan terkait misi di bidang energi. Menurut H Sahbirin, tumpuan mewujudkan visinya, yaitu Maju, Makmur Sejahtera Berkelanjutan Menuju Kalsel Gerbang Ibu Kota Negara.

Ia menyatakan ingin mewujudkan Kalsel gratis energi yang didasarkan pada pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Apabila 1.000 hektare saja dari wilayah yang sangat luas di Kalsel ini digunakan pembangkit listrik tenaga matahari, dengan kapasitas 1 Gigawatt, Kalsel akan menjadi provinsi pertama yang bebas listrik bagi rakyat.

Kemudian, paslon H2D pada sesi penyampaian visi misi, memaparkan tiga pilar utama dalam visi-misinya, yaitu sumber daya spiritual, sumber daya alam (SDA) dan sumber daya menusia (SDM).

Ditekankan Denny, prinsip good governance harus menjadi dasar untuk mengelola SDA Kalsel yang menurutnya sangat berlimpah untuk kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945.

Adu data mulai muncul ketika pendalaman materi debat, ketika materi debat terkait dengan pertanian paslon 1 yang disampaikan cagubnya H. Sahbirin Noor, menyebutkan tentang kemajuan sektor pertanian dengan berimbangnya kontribusi sektor pertanian dan sektor pertambangan,  dengan angka dikisaran 16 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan.

Ketika paslon 2 diminta tanggapannya atas jawaban atau pernyataan yang disampaikan paslon 1 menurut Deni Indrayana justru dari data BPS terdapat penurunan produksi padi dalam 5 tahun terakhir.  Pada  tahun 2016 produksi padi 2,3 juta tapi pada tahun 2020 hanya 991. 771 ton.

Begitu juga ketika berbicara  tentang sektor kehutanan terkait reklamasi tambang paslon 2 mempertanyakan tentang banyaknya lubang tambang  yang belum direklamasi, dia mrnyebut data Jaran atau jaringan tambang ada 800 lubang  tambang yang belum direklamasi. Tetapi justru menurut Paslon 1,  soal reklamasi ini menjadi konsen pihaknya selama ini, bahkan cawagub H Muhidin mengungkapkan pengalaman terkait dengan kewajiban melaksanakan reklamasi ini.

Perdebatan berkaitan data ini juga berkelindan ketika bahasan terkait dengan infrastruktur jalan menurut Paslon 2, kondisi jalan rusak, rusak sedang, rusak berat berdasarkan data BPS berada di angka 58 persen, dan jalan baik hanya 33 persen. Data berbeda di sampaikan Paslon 1, justru menurut Sahbirin, jalan propinsi dengan kondisi mantap, baik dan sedang mencapai 71,1 persen.

Pada sesi berikutnya menjadi menarik karena cawagub dari paslon nomor 1 justru mengomentari paparan  data yang disampaikan oleh paslon 2 sehingga muncul ungkapan terus menyalahkan, padahal menurutnya sebagai petahana cagub Sahbirin sudah mengerjakan banyak hal dalam  pembangunan di Kalimantan Selatan.

Data menjadi perhatian, karena bagaimanapun  program program strategis harus memiliki basis data yang kuat,  sehingga dengan program-program pembangunan, masalah atau persoalan terkait data itu bisa diatasi, misalnya lahan kritis berapa ribu hektar, lalu kemudian secara strategis itu bisa diatasi dengan berbagai program dengan durasi waktu tertentu.

Pengujian atas data menjadi penting, agar tidak ada bias ketika pengambilan kebijakan dan berbagai keputusan,   ujung-ujungnya adalah berbagai macam program, pembiayaan, pembuatan peraturan.

Bagaimanapun visi misi yang disampaikan pasangan calon, data-data dan informasi yang menjadi dasar perumusan visi misi itu, akan menjadi dokumen yang diterjemahkan dalam bentuk rencana pembangunan jangka menengah dan akan diwujudkan dalam masa kepemimpinan pasangan calon yang terpilih.

Saat kita di untungkan di tengah kemajuan teknologi informasi, semua ungkapan, paparan visi misi, janji program, capaian tertentu, selama tiga kali tersimpan baik di dunia digital, setiap saat bisa di buka,  di baca untuk dicermati kembali.

Sehingga semua bisa jadi panduan ketika warga  sebagai pemilih untuk menentukan siapa calon pemimpin yang layak dipilih, jejak rekam kandidat dapat terus di klik untuk melihat apa yang sudah dilakukan dan tentu saja harapan kedepan yang akan disandarkan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00