Deklarasi Damai Paslon Perlu Pembuktian

images_2.jpeg

KBRN, Banjarmasin : Seantero Banua di Kalimantan Selatan, melakukan apel atau kesiagaan untuk menjadikan Pilkada serentak 2020 ini berjalan dengan lancar, jujur damai dan bermartabat. Dirangkai dengan deklarasi untuk pilkada damai dari pasangan calon.

Itulah jyang dilakukan di Banjarmasin dan dan kabupaten lain yang melakukan deklarasi pemilu damai, tentu gongnya dilakukan untuk Pilkada gubernur dan wakil gubernur provinsi Kalimantan Selatan yang langsung dipimpin Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum.

Terungkap juga dalam mengamankan helat  pilkada dan menjaga suasana kondusif, Polda Kalsel menurunkan 1.438 personil Polda Kalsel dan 200 personil Satuan Brimob Polda Kalteng serta diback up personil TNI diterjunkan untuk mengawal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Walikota dan Wakil Walikota serta Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020.

Sementara sebanyak 1500 prajurit TNI akan diterjunkan, tersebar di 13 Kabupaten/Kota dan akan bersinergi dengan Polri serta pemerintah daerah dalam rangka menciptakan Pilkada yang damai.

Kewaspadaan akan berbagai kejadian yang tidak diinginkan pada masa tenang hingga hari pencoblosan Pilkada serentak 2020 hari Rabu tanggal 9 Desember 2020.

Betapa tidak, sungguh terasa warna kompetetif dalam perhelatan kontestasi menuju Kalsel 1, Banjarmasin 1, Banjarbaru 1, Banjar 1, Balangan 1, Hulu Sungai Tengah 1, Tanah Bumbu 1, dan Kotabaru 1. Disertai wakil pada masing masing pasangan calon.

Tingkat kompetisi yang tinggi terasa dan di rasakan masyarakat Kalsel, dalam pilkada Gubernur, Paslon 1 Cagubnya H. Sahibirin Noor adalah petahana dan Paslon 2, Cagubnya H. Denny Indrayana adalah mantan Jubir Istana juga mantan Wamenkumham era Presiden SBY, sementara calon wakilnya Paslon 1 H.Muhidin tidak lain mantan walikota Banjarmasin periode 2010-2015, kemudian paslon 2 wakilnya H.Difriadi Darjat adalah birokrat tulen dan mantan wakil Bupati Tanah Bumbu periode 2010- 2015. Masing-masing memiliki dukungan baik dari kalangan menengah ke atas maupun akar rumput.

Sementara itu persaingan yang juga terasa adalah di Kabupaten Kotabaru, dua paslon dimana yang menjadi calon Bupati nya adalah petahana Bupati H Sayed Jafar dan petahana wakil bupati H. Burhanuddin, keduanya memiliki basis dukungan yang kuat, Sayed Jafar mendapat mayoritas dukungan parpol di Kotabaru, sementara Burhanuddin dapat basis dukungan publik melalui jalur independen. Kini sama-sama kembali bertugas sebagai bupati dan wakil Bupati Kotabaru karena masa cutinya telah berakhir.

Tak kalah sengit persaingan menuju Tanah Bumbu 1 dan Tanah Bumbu 2 di Pilkada Kabupaten Tanah Bumbu Paslon urut 1 dan Paslon urut 3 Cabub nya sama menanggalkan posisi sebagai anggota DPR RI, Paslon nomor urut 3 H Zairullah Azhar adalah mantan Bupati Tanah Bumbu periode 2005-2010 sementara nomor urut 1 Syafrudin H Maming, mantan anggota DPRD Kalsel dan anggota DPR RI, yang  tidak lain juga kakak dari Mardani H Maming ketua DPP HIPMI dan juga  mantan Bupati Tanbu dua priode, masing punya basis dukungan yang kuat di kalangan masyarakat Tanah Bumbu, selain itu juga dikenal dengan dukungan sumber daya yang kuat,  serta kedua Paslon ini di belakangnya ada tokoh dan pengusaha berpengaruh di Kabupaten yang berada di pesisir timur pulau Kalimantan ini.

Tanpa menafikan kuatnya persaingan di kabupaten kota lain yang menggelar Pilkada serentak di Kalimantan Selatan tahun 2020 ini, seperti di Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Balangan, dan Hulu sungai Tengah, semua mesti diletakkan semangat kewaspadaan demi menjaga benua yang damai dan kondusif.

Adanya deklarasi Pilkada damai yang diucapkan oleh pasangan calon dimana ada empat pernyataan sebagai bentuk janji kepada publik, komitmen untuk menjadi peserta kontestasi menuju Pilkada yang damai.

Empat point penting yang diucapkan paslon dalam deklarasi pilkada damai  yakni siap menang dan siap kalah, tidak melakukan politik uang, tidak euforia dalam kemenangan dan mengedepankan proses hukum dalam permasalahan Pilkada tahun 2020.

Kemudian tujuh point deklarasi yang dibacakan oleh 2 pasangan calon gubernur dan wakil gubernur provinsi Kalimantan Selatan pada intinya juga taat pada aturan aturan terkait masa tenang dan pencoblosan tidak menyebarkan ujaran kebencian dan hoax, siap kalah dan siap menang, menerapkan protokol kesehatan.

Tentu deklarasi tersebut sebuah janji Paslon di hadapan pemangku kepentingan yang hadir, publik yang mengikutinya di radio dan televisi, serta yang mengakses informasi dan siaran streaming di berbagai laman media daring dan media sosial.

Publik tentu mencatat apa yang diucapkan Paslon yang berlaga di pilkada kali ini,  komitmen seperti pula yang di ucapkan Paslon gubernur dan Paslon walikota dan Bupati di semua daerah yang melaksanakan Pilkada 2020.

Deklarasi tak cukup hanya diucapkan tetapi harus dibuktikan, jika kemudian terungkap paslon melakukan politik uang, isu yang satu ini makin santer di masa tenang, tetap melakukannya padahal sudah deklarasi tidak melakukan politik uang, atau melakukan tindakan yang berlawanan dengan aturan masa tenang dan masa pencoblosan, maka bisa jadi hal itu sebagai bentuk pengkhianatan kepada publik  atas pernyataan yang diucapkan saat deklarasi pilkada damai. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00