Kewaspadaan yang Lebih, Diakhir Tahun

images_13.jpeg
images_12.jpeg

KBRN, Banjarmasin : Ada dua hal yang berbeda pada saat hari-hari terakhir tahun 2020 dalam perayaan natal dan tahun baru di mana ada dua rangkaian libur panjang dari tanggal 24 sampai tanggal 26 kemudian tanggal 31 sampai dengan tanggal 2 Januari 2021.

Kewaspadaan adalah kata kunci yang tepat untuk menggambarkan situasi kondisi diakhir tahun 2020 ini karena masa pandemi covid 19 belum berakhir kemudian akhir tahun ini di warnai juga dengan curah hujan yang tinggi disertai angin dan petir atau disebut dengan cuaca ekstrem karena ada fenomena La Nina.

Agenda besar yang dilakukan pada tanggal 24,25, 26 Desember adalah perayaan hari natal yang tentu saja ada berbagai rangkaian upacara yang dilakukan saudara kita umat Kristiani mulai dari misa tanggal 24 malam hingga kebaktian Natal pada tanggal 25 Desember 2020. 

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengantisipasi penjangkitan virus covit 19 bagi jemaat gereja dengan melakukan penyemprotan disinfektan seluruh ruangan gereja kemudian mengatur jarak jemaah, menyediakan box disinfektan, sebagai antisipasi menihilkan penularan virus covid 19.

Selain itu juga dilakukan pengaturan Jemaat seperti yang diterapkan pada Gereja katedral Banjarmasin, gereja dengan kapasitas jemaat yang besar diatas 64 tahun ia harapkan tidak datang ke gereja tetapi dapat mengikuti misa dan kebaktian melalui siaran virtual secara daring dari rumah masing-masing.

Masa pandemi tidak mengurangi sukacita umat Kristiani di dalam merayakan Natal tahun 2020 ini sebagaimana diungkapkan oleh salah seorang jemaat di Gereja Katedral, Flores mengaku meski ditengah situasi sulit saat ini umat kristiani tetap bisa merayakan Natal dengan damai dan suka cita.

Menurutnya, situasi pandemi menjadi hal yang penting di dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara Khusudnya umat Katolik untuk tetap mendukung pemerintah dengan mentaati ptotokol kesehatan.

"Sebagai tanggung jawab kita bersama yang berhubungan dengan protokol kesehatan yang di program oleh pemerintah," katanya.

Sukacita perayaan natal meski di masa pandemi covid 19 tetap dirasakan oleh umat Kristiani, pembatasan yang dilakukan sesuai dengan standar covid-19 tak mengurangi rasa hikmah dan nilai silaturahmi yang tetap terjaga.

Selain perayaan natal agenda penting di akhir tahun ini tentu adalah hiruk pikuk menyambut tahun baru, sudah barang tentu juga menyesuaikan dengan kondisi pandemi covid 19 di mana ada pembatasan jam tayang tempat-tempat hiburan kemudian juga jam tayang tempat wisata.

Setidaknya Hal itulah yang sudah di antisipasi dalam surat edaran Walikota Banjarmasin tentang jam tayang tempat hiburan di masa pandemi kemudian ditindaklanjuti dengan petunjuk dan standar prokes dari satgas covid 19 kota Banjarmasin.

Bicara tentang tahun baru tentu tidak terlepas dari keberadaan tempat hiburan di perkotaan seperti kota Banjarmasin, pada tahun tahun sebelumnya tahun baru sebagai masa panen tahunan bagi pengelola tempat yang menyuguhkan berbagai aktivitas hiburan, banyak sekali pengunjung maka pada saat ini tentu saja masa pandemi dunia tempat hiburan akan turun drastis karena ada pembatasan durasi waktu dan pembatasan jumlah pengunjung yang bisa di handle oleh tempat hiburan. 

Para pengunjung pun akan berpikir dua kali untuk hadir di tempat hiburan dalam rangka merayakan tahun baru, lantas apa pilihan terbaik bagi yang tidak keluar kota, berkumpul dengan keluarga jauh lebih bermanfaat dan akan lebih selamat dibanding yang akan memaksakan untuk hadir di tempat-tempat hiburan.

Aparat pun sudah berkomitmen untuk menegakkan aturan sesuai dengan protokol kesehatan kalau ada pengelola tempat hiburan melanggar Ya tentu harus ditegakkan disiplin itu bisa dibubarkan atau justru akan berdampak pada perizinan tempat hiburan tersebut.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto menegaskan, Polda Kalsel tidak akan mengeluarkan izin keramaian malam pergantian tahun guna mencegah dampak Pandemi Covid-19 yang masih ada. Hal itu ditegaskan Kapolda pada saat rakor di Mahligai Pancasila dalam upaya mencegah penularan covit 19 dalam perayaan akhir tahun dan pergantian tahun.

Kemudian di tegaskan pada saat rakor lintas sektoral dalam kegiatan natal dan tahun baru bahwa dalam penegakan terkait prokes covid19 dilakukan secar humanis. " Saya telah memerintahkan seluruh jajaran di kepolisian dan tentunya juga dilakukan oleh TNI, serta stakeholder lainnya, agar pengamanan dilaksanakan secara humanis, jangan sampai masyatakat merasa terintimidasi ketika prokes dijalankan oleh petugas dilapangan," ungkap Irjen Pol Drs Rikwanto.

Bagaimana dengan pengelola tempat hiburan dengan pembatasan tersebut, justru menyambut baik, beberapa pengelola tempat hiburan malam (THM) di Kota Banjarmasin, menyambut baik.

General Manager (GM) Hotel Banjarmasin Internasional (HBI) Heri Sudarisman mengaku sangat terbantu dengan adanya kebijakan tidak ada perayaan malam pergantian tahun.

"Kita khawatir banyak pengunjung datang dan kerepotan nanti, meski kita tetap batasi hanya 50 persen dari Kapasitas THM sebelumnya," ujarnya.

Heri mengatakan pihaknya terus melakukan upaya pengetatan protokol kesehatan dengan melengkapi sarana dan prasarananya.

Tentu kita berharap tak ada yang coba coba untuk kucing-kucingan membuka tempat hiburan yang tidak sesuai dengan protokol kesehatan, hal ini bisa menghawatirkan munculnya cluster baru di tempat hiburan. ketegasan aparat untuk menegakkan aturan.

Empat hari liburan akhir tahun dari tanggal 31 sampai tanggal 2 Januari memang mendorong orang untuk bepergian ke tempat-tempat wisata Kalsel, seperti kawasan wisata pantai di Kabupaten Tanah laut Tanah Bumbu dan Kota baru, wisata pegunungan di Hulu Sungai Selatan dan Hulu sungai Tengah susur Sungai air deras dan hutan tropika.

Bisa saja terjadi penumpukan masa di destinasi wisata tersebut, untuk itu kita patut mengapresiasi pemerintah setempat terutama dinas pariwisata nya yang telah membatasi jam operasional kawasan wisata, mengurangi ruang bagi orang yang ingin menginap atau berkemah di kawasan wisata tersebut. 

Kewaspadaan terhadap penyebaran covid-19 ini juga beriringan dengan kewaspadaan kondisi cuaca yang ekstrem dalam fenomena La Nina menyebabkan curah hujan lebih tinggi disertai dengan angin kencang. pasang kemudian Rob dan angin kencang.

Keselamatan, kesehatan tentu lebih berharga karena itu menghindari jauh baik ketimbang coba coba untuk menembusnya, berada di rumah berkumpul dengan keluarga jauh lebih mempunyai makna tersendiri di akhir tahun ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00