Capaian 2021, Perekonomian Kalsel Membaik Di Tengah Pandemi

Istimewa

KBRN, Banjarmasin: Kondisi perekonomian Kalimantan Selatan (Kalsel) selama tahun 2021 menunjukkan prospek pemulihan yang terus membaik. Hal ini tidak terlepas dari penurunan kasus COVID-19 yang cukup signifikan dengan mematuhi protokol kesehatan dan peran aktif masyarakat melakukan vaksinasi, yang diharapkan dapat mendukung keberlanjutan pemulihan ekonomi nasional.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalsel, Sulaimansyah, mengatakan pemerintah terus bekerja keras dalam mengatasi pandemi, memberikan perlindungan sosial, dan mempercepat pemulihan ekonomi.

“Membaiknya kondisi perekonomian terasa semakin nyata dengan melihat pengaruhnya kepada peningkatan angka penerimaan negara selama kurun waktu tahun 2021, terutama yang ditopang dari penerimaan pajak dan bea cukai,” kata Sulaimansyah.

Realisasi Pendapatan Negara di Kalsel hingga akhir Desember 2021 dikatakan Sulaimansyah mencapai Rp11.877,23 miliar atau 119,41 persen terhadap target.

Realisasi tersebut tumbuh 31,14 persen jika dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu. Sedangkan, di sisi belanja negara sampai dengan bulan Desember 2021 mencatatkan angka sebesar Rp26.406,44 miliar atau 98,50 persen dari pagu APBN 2021.

“Angka tersebut naik sebesar 1,29 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun yang lalu,” ucap Sulaimansyah.

Sementara itu, pada sektor pendapatan negara juga mencatatkan tren positif, sejalan dengan semakin menggeliatnya aktivitas perekonomian dan terjaganya penurunan jumlah kasus COVID-19 di Kalsel.

Sampai dengan 31 Desember 2021, pendapatan negara mencapai Rp11.877,23 miliar atau 119,41 persen dari target, tumbuh 31,14 persen dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2020, atau meningkat sebesar Rp2.820,12 miliar.

“Realisasi penerimaan perpajakan hingga akhir Desember 2021 telah mencapai Rp10,708,77 miliar atau 119,47 persen dari target APBN 2021 sebesar Rp8.963,71 miliar. Realisasi penerimaan pajak tersebut tumbuh sebesar 35,80 persen,” tambah Sulaimansyah.

Komponen lain penerimaan negara bersumber dari kepabeanan dan cukai yang mencapai Rp1.015,32 miliar hingga akhir Desember 2021 atau tercapai 2.993,77 persen dari target yang ditetapkan.

Sementara, realisasi pendapatan negara yang berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di wilayah Kalsel mencapai nilai Rp1.168,46 miliar atau 118,83 persen dari target.

PNBP terbesar berasal dari Sumber Daya Alam non Migas khususnya dari pengolahan mineral dan batubara. Pada tahun 2021, penerimaan dari PNBP tersebut tercatat sebesar Rp6,89 triliun, mengalami pertumbuhan sebesar 112,5 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp3,29 triliun.

“Tren pergerakan jumlah PNBP tersebut dalam kurun waktu 2018 sampai 2021 sejalan dengan tren penerimaan sektor perpajakan di wilayah Kalimantan Selatan dengan arah yang semakin membaik,” pungkas Sulaimansyah. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar