Kesbangpol Gelar Penguatan Ideologi dan Nilai Kebangsaan Untuk Santri di Tala

Istimewa

KBRN, Pelaihari : Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tala menggelar Penyuluhan Wawasan Kebangsaan bagi siswa-siswi Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hijrah guna menguatkan ideologi dan nilai kebangsaan serta mencegah masuknya paham radikalisme dan terorisme. 

Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Tala yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Tala H. Hairul Rijal, bertempat di Aula Ponpes Nurul Hijrah Desa Alur Kecamatan Jorong.

H. Hairul Rijal dalam sambutannya mengatakan bahwa ponpes dan para santri merupakan benteng masa depan masyarakat, bangsa dan negara untuk menangkal tiga isu nasional yakni radikalisme, terorisme dan narkoba. Selain itu ponpes juga merupakan wadah untuk menguatkan karakter dan mental anak bangsa dalam menghadapi pengaruh negatif dari derasnya arus globalisasi dan digitalisasi di era millenial saat ini. Ia berharap semua unsur ponpes sebagai garda terdepan mampu hidup dalam nuansa kemajemukan Bhinneka Tunggal Ika dan dapat mengelolanya dengan baik dan benar.

“Kami berharap para pengurus dan pengajar di Ponpes Nurul Hijrah dapat menanamkan ajaran Islam yang Washatiyah dan dengan membimbing para santri menjadi generasi yang saleh, cerdas, terampil dan mandiri, sehingga mereka siap terjun untuk membimbing masyarakat menuju lebih baik,” kata H. Hairul Rijal.

Sementara itu pimpinan Ponpes Nurul Hijrah KH. M. Mukeri Yunus meminta kepada seluruh unsur ponpes yang mengikuti kegiatan ini agar dapat menyimak materi yang disampaikan sehingga dapat diaplikasikan dikehidupan sehari-hari.

"Mudahan-mudahan apa yg di dapat hari ini, bagi siswa-siswi dan keluarga besar Ponpes Nurul Hijrah bisa diamalkan dan bermanfaat bagi dirinya dan bisa bermanfaat bagi orang lain, khoirunnas anfauhum linmas," kata KH. M. Mukeri Yunus.

Penyuluhan wawasan kebangsaan membawakan materi Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Materi disampaikan oleh perwakilan Badan Intelijen Negara Daerah (Binda), Syahrul Alamsyah dan Danramil 1009/01/TLa Kapten Aris.

Mengangkat tema “Terus Gelorakan dan Kobarkan Wawasan Kebangsaan dan Cintai Tanah Airmu”, kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan dengan cuci tangan, jaga jarak dan memakai masker.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00