Melawan Stigma Negatif Lewat "Banjar Mural Festival"

KBRN, Banjarmasin : Sebanyak 19 Pelukis Mural yang tersebar di sembilan titik lokasi yang berbeda-beda, mengikuti Banjar Mural Festival di Kota Banjarmasin dan Banjarbaru.

Lokasinya  mulai dari kafe hingga ruang publik yang menyediakan space tembok permanen dalam menyampaikan ekspresi Pelukis Mural lewat gambar.

Salah satunya Jalan R-E Martadinata Banjarmasin turut menjadi pilihan panitia penyelenggara dari Komunitas semangat muda sebagai wadah bagi pelukis mural.

Panitia Penyelenggara, Ega Wardhani Kegiatan ini sengaja digelar untuk melawan Stigma Negatif di masyarakat terhadap mural yang dianggap sebagai vandalisme atau mengotori suasana kota.

“Mural kan sempat Viral, nah jadi kita ingin mural dianggap suatu bagian dari kota yang justru memperindah, karena beberapa waktu lalu banyak mural yang dihapus,” ucapnya saat ditemui, Jumat (15/10/2021)

Sementara Dea Qistina salah satu pelukis Mural yang bertemakan seni adalah upaya yakni sebuah lukisan seorang perempuan berambut panjang dengan gaun merah.

Dirinya mengatakan lukisan mural itu ia buat sebagai gambaran bahwa dibalik keindahan pertunjukkan seni, ada upaya perjuangan besar untuk membuatnya.

"Ini saya angkat tema Seni adalah upaya, saya ingin dalam gambar ini menceritakan bahwa dibalik seni ada usaha dan upaya untuk membuatnya," ujarnya.

Digelarnya Banjar Mural Festival juga sebagai sebuah ruang temu bagi pelaku seni mural dengan Pemerintah Kota Banjarmasin dan Banjarbaru, termasuk pihak swasta yang menjadi sponsor. Gelaran ini pun diharapkan rutin diadakan setiap tahunnya, agar dapat terus diminati.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00