Bacangkurah Pro 4 RRI Banjarmasin "Baminyak Kada Lincar"

KBRN, Banjarmasin : Berbuat tapi tanggung, setengah-setengah. Tidak sepenuhnya mengerahkan potensi dan kemampuan. Masih jauh dari totalitas, sehingga hasilnya juga sekedarnya saja.

Padahal kalau sepenuh potensi dikerahkan, tentu membawa hasil yang lebih maksimal, itulah makna baminyak kada lincar.

Hal ini dibahas dalam Program Acara Bacangkurah Pro 4 RRI Banjarmasin bersama narasumber Nurhalis Majid dan Suryani Khair, Jum’at (15/10/2021) pukul 20.00 Wita.

Berminyak tidak licin, begitu arti harfiahnya. Minyak digunakan agar licin, karena fungsinya sebagai pelumas. Hanya saja, bila jumlahnya tanggung – tidak mencukupi untuk membuat menjadi licin, sekalipun sudah disebut berminyak, hasilnya tetap tidak licin.

Realita tersebut dipinjam sebagai perumpamaan, atas tindakan setengah-tengah, sehingga tujuan tidak tercapai. Benar saja melakukan, namun karena porsinya kurang, akhirnya tidak membuahkan hasil.

Secara bergantian Nurhalis dan Suryani Khair mengungkapkan beberapa contoh, perbuatan tanggung akhirnya tidak membuahkan hasil, di antaranya ingin terjun ke dunia bisnis, tapi tidak sepenuh waktu dicurahkan menggelutinya serta tidak segenap potensi dikerahkan untuk menjalankannya, akhirnya tidak berhasil.

Begitu juga dalam bidang lain, ingin jadi atlit, tapi malas berlatih, pasti tidak membuahkan hasil. Ingin menjadi intelektual, tapi tidak rajin belajar, menuntut ilmu – meneliti, tentu tidak akan tercapai.

Dalam soal yang lebih besar, seperti program pembangunan yang dilakukan pemerintah.

Ingin mewujudkan kota sungai terindah di dunia, tapi program normalisasi dan naturalisasi sungai tidak serius dilakukan – tidak mengerahkan seluruh potensi warga kota, mustahil membuahkan hasil.

Contoh lain ingin meningkatkan ekonomi masyarakat, tapi pemberdayaan UMKM tidak sungguh-sungguh dijalankan, tentu tidak akan tercapai.

Ingin menjadikan pariwisata sebagai penyangga ekonomi, tetapi tidak seluruh potensi wisata dikembangkan, hanya tempat-tempat kecil yang disentuh, selebihnya banyak potensi dibiarkan seadanya, kalau tanggung, jangan berharap tercapai.

“Banyak program pembangunan yang dibuat sekedarnya saja, “sahibar”, bahkan hanya menjadi pemanis, polesan, agar mengesankan serius,”ungkap Nurhalis.

Kenyataannya pencitraan, akhirnya tentu tidak berhasil. Hanya membuang-buang waktu, tenaga dan dana, karena yang dilakukan sekedarnya saja.

Menurut Nurhalis Majid, ungkapan ini memberikan pelajaran, kalau ingin melakukan sesuatu, rumuskan dengan benar, kalau konsepnya sudah matang, laksanakan dengan sungguh-sungguh, sepenuh potensi dan kemampuan.

Jangan tanggung, apalagi hanya sekedarnya saja. Hanya yang bekerja dengan segenap totalitas yang akan membuahkan hasil. Kalau tanggung, sama halnya baminyak tapi kada lincar. (ellyawati)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00