Santri Dan Pengajar Lepas Rindu Lewat Halal Bihalal

Acara halal bihalal antara santri dan pengajar dok ist

KBRN, Batola : Setelah menikmati sebulan lebih libur panjang Ramadan dan Idul Fitri 1443 Hijriah, Santri Sekolah Menengah Pertama Tahfidz Plus (SMPTP)  Pondok Pesantren Istana Al Quran, yang berlokasi di Jalan Geriya Permata Raya Desa Semangat Dalam Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola Kalsel, akhirnya kembali menjalani aktivitas belajar, Senin (16/5/2022).

Kedatangan santri dijadwalkan dimulai pukul 13.30 Wita hingga pukul 17.00 Wita. Nampak para orang tua sibuk mengantar anak-anak mereka. Pondok ini baru dua angkatan, kelas VII dan VIII.

Sejumlah petinggi pondok pesantren Istana Al Quran, seperti Ustadz Amin Radjab selalu Mudir Pondok Pesantren, wakil mudir Ustadz Marsuki Umar, Ustadz H Musthofa Fitri, Ustadz Mim Fadhli Rabbi, hingga Musyrif menyambut kedatangan santri. 

Ada yang terharu ketika melepas putra mereka, ada pula yang memberikan wejangan sebelum meninggalkan anak-anak mereka.

Pastinya sebelum memasuki asrama, bawaan para santri diperiksa ketat. Tujuannya untuk memastikan barang yang tidak diperbolehkan masuk ke dalam pondok atau barang keperluan santri sehari-hari.

"Mengecek dan memastikan barang yang boleh dibawa ke dalam pondok saja, jika ditemukan barang yang memang tidak dibutuhkan di pondok maka akan dikembalikan ke orang tuanya," terang Kepala Sekolah SMPTP Istana Al Quran, Ustadz Mim Fadhli Rabbi.

Ustadz Mim sapaannya berharap setelah ini para santri bisa lebih semangat dan lebih serius, fokus dengan kegiatan belajarnya.Terlebih tak lama lagi para santri akan dihadapkan ulangan kenaikan tingkat.

"Lebih giat lagi belajarnya, dan semangat juga dalam hafalan al qurannya," pesannya.

Sementara itu Ustadz Marsuki Umar, mengingatkan agar para santri benar-benar mempelajari Al-Qur'an, dari membaca, menghafal, memurojaah, mentadaburi dan mengamalkannya.

Membuka pertemuan bada salat magrib, pengurus yayasan dan pengajar di pondok langsung halal bihalal bersama santri di Masjid Imam An Nawawi,. Satu sama lain saling bersalam-salaman.

Sekalian melepas rindu kami kepada santri yang terpisah setelah libur panjang," imbuh Ustadz Marsuki Umar.

Marsuki Umar, mengingatkan agar para santri benar-benar mempelajari Al-Qur'an, dari membaca, menghafal, memurojaah, mentadaburi dan mengamalkannya. Jangan kecewakan orang tua, tunjukan bahwa seorang anak pondok pesantren itu mandiri.

"Semangat dan jadilah seorang santri mandiri, tangguh dan berakhlak, untuk masa depan kalian," pesannya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar