Tahan Isak Tangis, Wahid Sampaikan Permohonan Maaf Kepada Warga HSU

Mantan Bupati HSU

KBRN, Banjarmasin : Dengan menahan isak tangis terdakwa Abdul Wahid Bupati non aktif Kabupaten Hulu Sungai Utara menyampaikan pembelaan yang intinya minta keringanan hukum, disamping menyampaikan maaf kepada masyarakat terutama masyarakat di Hulu Sungai Utara.

"Saya atas nama pribadi maupun keluarga mengHatur maaf kepada masyarakat khusus di Hulu Sungai Utara, atas  tindakan saya sehingga saya menjalani proses hukum di pengadilan," kata Wahid yang terjerat OTT KPK di Amuntai beberapa waktu lalu dengan mata yang berkaca kaca menahan haru.

Hal ini disampaikan terdakwa dalam nota pembelaan disidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin, Senin (8/8/2002).

Ia mengharapkan kepada majelis hakim untuk memberikan putusan yang seringan ringannya kalau memang dirinya bersalah.

Sementara tim penasehat hukum terdakwa  Fadli Nasution dan rekan, pada nota pembelaannya setebal 1011 hal menyebutkan pada yang dituntut oleh JPU dalam proses sidang tidak bukti kalau kliennya melanggar pasal yang dituduhkan dan hanya  sebagian saja yang bisa dibukti oleh JPU. 

Seperti pada pasal 12 a dan 12 B, menurut  penasihat hukum terdakwa tidak terbukti sepenuhnya, dicontohkan adanya dana yang dikumpuklkan terdakwa sebanyak Rp 31 M lebih berdasarkan proses persidangan sekita Rp 11 M lebih dan terdapat kelebihan sebanyak Rp 19 M lebih. 

Begitu pula beberapa buah sertifikat hak milik yang dimilik terdakwa sebelum menjabat Bupati kiranya dapat dikembalikan kepada terdakwa.

Diakhir pembelaannya dihadapan majelis hakim yang dipimpin hakim Yusriansyah, tim penasihat hukum berkesimpulan bila terdakwa bersalah dapat diberikan hukuman yang seringan ringannya.

Pada kesempatan tersebut JPU yang kemaren di tangani Tito Zailani secara tegas menyatakan tetap pada tuntutannya, sementara tim penasihat hukum terdakwa menyatakan  juga tetap pada nota penbelaannya,

Majelis hakim juga mengumumkan bahwa  putusan majelis akan disampaikan pada tanggal 15 Agustus 2022,

Dalam sidang terdahulu terdakwa dituntut penjara selama Sembilan tahun, penjara denda selama setahun dan pidana uang pengganti selama enam tahun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar