Insentif Nakes di Balangan Segera Dibayarkan

Istimewa

KBRN, Paringin : Terkait belum dibayarkannya tunggakan insentif Tenaga Kesehatan (Nakes) di beberapa Kabupaten di Provinsi Kalsel termasuk Kabupaten Balangan menjadi perhatian serius dinas kesehatan setempat.

Menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan Akhmad Sauki, tertundanya pembayaran insentif untuk para Nakes ini terkait kelengkapan administrasi yang masih harus dilengkapi pihaknya.

“Untuk anggaran kita sudah siap atau ada, tinggal pemenuhan kelengkapan administrasi,” ujar Sauki, Rabu (13/10/2021).

Dan saat ini, kata Sauki, proses itu tengah berjalan dan dalam waktu dekat pembayaran insentif Nakes tersebut akan terealisasi.

Kelengkapan administrasi, menurut dia, penting mengingat setiap penggunaan anggaran pemerintah harus lengkap pertanggungjawaban nantinya.

Atas dasar itulah, lanjut dia, demi kelengkapan administrasi pihaknya juga berkoordinasi dengan BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) termasuk dengan pihak rumah sakit dan para nakes, karena penggunaan anggaran perlu asas kehati-hatian.

Di Kesempatan yang sama, Kasi Sumber Daya Kesehatan Masyarakat (SDKM) di Dinkes Balangan, Arif Rahman Hakim menambahkan, jika sebelumnya pihaknya sudah membayarkan insentif Nakes pada 2020 lalu sebanyak Rp3,3 miliar.

Kemudian lanjut dia, untuk tahun 2021 telah dibayarkan insentif sebesar Rp 3,7 miliar untuk periode Januari hingga Juli.

“Nah yang masih dalam proses pembayaran atau masih dalam proses klaim adalah periode Agustus-September, dan kini tinggal menunggu instruksi dari badan keuangan,” ucapnya.

Sebelumnya, diberitakan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) membeberkan sejumlah daerah di Kalsel yang belum melunasi tunggakan pembayaran insentif tenaga kesehatan (nakes).

Dimana menurut Kepala Perwakilan BPKP Kalsel, Rudy Mahani Harahap, total tunggakan insentif nakes di Kalsel pada tahun 2021 sebesar Rp 94 miliar.

Hingga bulan Oktober 2021 yang baru dibayarkan sebesar Rp 49 miliar. 

"Jadi masih ada tunggakan pada tahun 2021 sebesar Rp 39 miliar yang belum dibayarkan," ujar Rudy, Rabu (13/10/2021).

Rudy mengungkapkan, daerah dengan jumlah tunggakan nakes terbesar adalah Kota Banjarbaru.

"Yang terbesar di Kota Banjarbaru. Insentif nakes yang belum dibayarkan sebesar Rp 12 Miliar lebih," ujarnya.

Selain Kota Banjarbaru, Rudy juga membeberkan daerah lain yang menunggak pembayaran nakes. Termasuk Kota Banjarmasin yang masih menunggak sebesar Rp 5 miliar.

Tak hanya kabupaten dan kota, Rudy juga mengungkapkan jika Pemprov Kalsel menunggak pembayaran sebesar Rp 6 miliar.

"Kemudian juga nakes-nakes yang ada di provinsi, seperti di Rumah Sakit Ansari Saleh dan juga Rumah Sakit Ulin juga belum dibayarkan. Pemprov juga masih ada utang sebesar Rp 6 miliar," tambahnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00