Ironis, ASN Meninggal Turut Dilantik Pemkab Banjar

Istimewa

KBRN, Banjarmasin : Sebanyak 158 pejabat Eselon III dan IV di lingkup Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Banjar yang dilantik pada pekan lalu, dinilai tidak selektif oleh DPRD setempat.

Ketua DPRD Banjar, M Rofiqi mengatakan pelantikan pejabat baru eselon III dan IV yang dinilai tidak selektif, dikarenakan sejumlah pejabat ditempatkan di bidang yang tidak dikuasai oleh si pejabat tersebut.

"Selain itu, data pegawai di BKD Banjar tidak akurat, lantaran ada salah satu pejabat yang baru dilantik, dia itu sudah meninggal dunia dua pekan sebelumnya," ucapnya.

Sementara itu, salah satu aktivis LSM di Kalsel, Aliansyah menduga ada indikasi jual beli jabatan, sehingga pelantikan pejabat baru di lingkungan Pemkab Banjar jadi tidak selektif.

"Ada kemungkinan (jual beli jabatan)," kata Aliansyah, singkat.

Terpisah, Sekertaris Daerah (Sekda) kabupaten Banjar, HM Hilman menyatakan, penyusunan jabatan telah berlangsung sebelum si ASN yang meninggal dunia dilantik, sehingga datanya belum masuk ke BKD setempat.

Selain tidak selektif dan adanya ASN yang meninggal dunia turut dilantik, jabatan baru eselon III dan IV di Pemkab Banjar juga diduga ditempati oleh salah satu ASN yang pernah tersandung kasus hukum.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00