Permintaan Anjing Kintamani Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19

KBRN, Bangli: Meskipun ditengah pandemi Covid-19 dan ancaman rabies, permintaan anjing asli Kintamani terus mengalami peningkatan. Bahkan harga persatu ekor anjing bisa tembus hingga empat juta rupiah.

Salah seorang peternak dan pencinta anjing Kintamani, I Nengah Darsana mengungkapkan, setelah diakui dunia sebagi anjing ras asli Indonesia, permintaan ajing Kintamani terus mengalami kenaikan bahkan hingga 200 persen.

“Permintaan ajing terus mengalami peningkatan bahkan ditengah pandemi ini  lonjakan permintaan terus terjadi. Bahkan saya kewalahan melayani tingginya permintaan, karena paling dalam setahun bisa menghasilkan dua puluh lima hingga tiga puluh ekor saja. Pesanan masih dominan datang dari pulau Bali dan luar Bali,” jelas Darsana, Kamis (15/4/2021).

Darsana menambahkan, untuk harga anjing Kintamani bervariasi mulai dari satu setegah juta rupiah hingga empat juta rupiah.

“Harganya bervariasi untuk yang biasa tanpa sertifikat kisaran satu setengah hingga dua juta rupiah, sementara untuk yang stambum atau sudah bersertifikat kisaran tiga hingga empat juta tergantung kualitas anjing itu sendiri,” imbuhnya.

Pihaknya berharap agar ditengah meningkatnya permintaan dan eksistensi ajing Kintamani pemerintah bisa menekan laju penyebaran rabies. Selain itu, para peternak agar bisa menjaga kualitas anjing Kintamani.

“Saya berharap teman-teman peternak bisa menjaga kualitas dan tidak memcapur ajing Kintamani dengan ras lain agar kualitas ajing tetap terjaga. Sementara kita juga berharap peran pemerintah terus gencar menekan penyebaran rabies agar tidak mengancam populasi anjing Kintamani,” pungkas Darsana.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00