FOKUS: #PPKM MIKRO

Prediksi Walkot Tangsel, 540.000 Warganya Sudah Mudik

Ilustrasi / Petugas kepolisian memeriksa sebuah truk di posko penyekatan perbatasan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (7/5/2021). Pada H+2 larangan mudik lebaran 2021, posko penyekatan Jatinangor memutarbalikkan sebanyak 149 roda empat, dan 102 roda dua. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

KBRN, Tangerang Selatan: Sebanyak 30 persen atau sekitar 540 ribu warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diprediksi telah melakukan perjalanan mudik ke kampung halamannya menjelang Lebaran 2021. 

“Diprediksi 30 persen warga Kota Tangsel telah mudik,” ungkap Benyamin Davnie, Wali Kota Tangsel kepada RRI.co.id, Jumat (7/5/2021). 

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie

Oleh sebab itu, Benyamin mengaku, yang menjadi perhatian pihaknya adalah antisipasi penanganan pasca Lebaran. 

"Karena itu ketika saya ditanya soal SIKM segala macam, kita bukan daerah tujuan mudik. Justru, kita banyak masyarakat yang keluar. Jadi, kami fokus pada bagaimana nanti pasca Lebaran, minimal tiga hari pasca atau setelah lebaran atau maksimal 10 hari setelah lebaran," ujar Benyamin. 

Salah satu antisipasi yang akan dilakukan oleh Pemkot Tangsel, di antaranya dengan menguatkan sistem pengawasan hingga tingkat RT dan RW. 

Nantinya, Satgas Covid-19 yang terdiri dari tingkat RT hingga kecamatan akan bersiaga mengawasi kedatangan warganya selepas mudik. 

"Yang pertama adalah kami aktivasi satgas-satgas di tingkat bawah, di tingkat kelurahan RT/RW. Yang  kedua, saya sudah minta nanti PKM atau Puskemas kita untuk standby, kalau perlu 24 jam sejak hari pertama," tuturnya. 

Ia juga mengimbau warganya untuk melakukan pemeriksaan swab test saat kembali pulang ke Kota Tangsel. 

"Saya sih berharap, mereka swab dulu sebelum pulang ke sini untuk memastikan bahwa tidak ada virus yang dibawa oleh mereka," pungkasnya. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00