Tangsel Tolak Pemudik Tanpa Surat Bebas Covid-19

Aksi warga Kota Tangsel menolak pemudik tanpa surat bebas Covid-19

KBRN, Tangerang Selatan : Warga Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan aksi penolakan kepadacpemudik yang akan kembali ke wilayahnya. Mereka diwajibkan untuk melakukan swab antigen terlebih dahulu.

Warga berharap kembalinya pemudik dari kampung halaman mereka tidak datang membawa virus dan penyakit.

Lastri, warga Jalan Ki Hajar Dewantoro Ciputat, Tangerang Selatan mengaku, penduduk di wilayah tempat tinggalnya itu banyak dihuni pendatang yang pada tahun ini mudik Lebaran.

"Spanduk ini kami buat, juga untuk melindungi lingkungan kami. Agar mereka yang kembali ke kampung kami sehat-sehat dan tidak menularkan penyakit," kata warga asli Ciputat kepada rri.co.id, Minggu (16/5).

Meski begitu, dia memahami kerinduan untuk kembali ke kampung halaman dan berlebaran bersama keluarga besar dan orang tua saat Idul Fitri.

"Karena saya orang sini asli dan keluarga besar saya di sini semua. Saya enggak ke mana-mana. Spanduk ini kita serukan juga buat warga yang plesiran atau tamasya ke luar kota. Jadi mereka yang mudik dan tamasya harus swab antigen," tegasnya.

Sementara Cecep, Ketua RW di lingkungan Pasar Ciputat mengaku, telah mensosialisasikan larangan mudik ke sejumlah warga yang mayoritas pendatang. “Maka kami minta mereka datang kembali dengan sehat. Harus swab antigen. Kalau negatif tetap harus isolasi lima hari, jangan keluar rumah khawatir ada virus penyakit yang terbawa," kata dia.

Pantauan rri.co.id, sejumlah warga memasang sebuah spanduk putih yang tidak begitu besar serta bertuliskan tangan dengan kalimat “Yang habis mudik, jangan lupa (saat) pulang kembali, wajib membawa hasil rapid test Covid-19. Kalau nggak bawa, dilarang kembali. Dari kami warga Curug Wetan”

Spanduk tersebut terpampang pada sebuah pagar besi biru dan diduga sebuah rumah yang prmiliknya sedang melakukan altivitas mudik Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1442 H ini.

Kemudian intuk diwilayah Serpong juga terdapat penolakan warga yang juga menuliskan dalam spanduk bertuliskan, "Senangmu menjadi sedih kami. Harus swab antigen” dan di wilayah Pondok Aren juga melakukan aksi serupa seperti : "Kami warga menolak keras pemudik yang kembali tanpa tes antigen,"  lalu "Pulang bawa oleh-oleh, jangan Covid-19. Wajib swab”.

Diketahui, sebanyak 30 persen atau sekitar 540 ribu warga Kota Tangerang Selatan diprediksi telah melakukan perjalanan mudik ke kampung halamannya menjelang Lebaran 2021. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00