Covid-19 DKI Jakarta Naik 2.601 Kasus

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia Handayani (Istimewa)

KBRN, Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih terus berupaya mengendalikan pandemi COVID-19. Seiring dengan menerapkan 3T, vaksinasi COVID-19 juga digalakkan pada sejumlah kelompok prioritas. Kendati demikian, masih dibutuhkan peran serta masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Mengingat, vaksinasi COVID-19 saat ini hanya mengurangi dampak keterpaparan, masih terdapat kemungkinan tertular dan menularkan virus COVID-19 jika longgar terhadap protokol kesehatan dalam keseharian. Hal ini terlihat dari kasus positif yang masih fluktuatif dan kini mengalami kenaikan. Butuh kerja bersama untuk memutus rantai penularan ini.

“Target tes WHO (World Health Organization) adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu. Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 98.374 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 394.831 per 1 juta penduduk," kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia Handayani dilansir PPID DKI Jakarta, Sabtu (19/6/2021).

Berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 23.010 spesimen.

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 16.797 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 4.895 positif dan 11.902 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 4.808 orang dites, dengan hasil 434 positif dan 4.374 negatif.

“Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta naik sejumlah 2.601 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 27.112 (orang yang masih dirawat/ isolasi),” jelasnya.

Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 468.447 kasus. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif, karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 433.499 dengan tingkat kesembuhan 92,5%, dan total 7.836 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,7%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,8%.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 23,5%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,1%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.

Sementara itu, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung. Adapun jumlah sasaran vaksinasi total Provinsi DKI Jakarta sebanyak 8.815.157 orang. Untuk Vaksinasi Program, total dosis 1 saat ini sebanyak 3.344.254 orang (37,9%), dengan jumlah yang divaksin dosis 1 hari ini sebanyak 105.003 orang. 

“Sedangkan total dosis 2 kini mencapai 1.886.323 orang (21,4%), dengan jumlah yang divaksin dosis 2 hari ini sebanyak 5.326 orang,” terangnya.

Lebih lanjut, capaian vaksinasi untuk warga usia 18-59 tahun, untuk dosis pertama telah dilakukan kepada 2.749.208 orang (34,8%) dan vaksinasi dosis dua mencakup 1.351.050 orang (17,1%). 

Sedangkan, pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 595.046 orang (65,3%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 535.273 orang (58,7%).

“Sementara vaksinasi gotong royong, untuk dosis 1 telah diberikan kepada 48.936 orang dan dosis 2 sebanyak 11.200 orang,” tambahnya. 

Melalui Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, penindakan atas pelanggaran penggunaan masker dan pendataan buku tamu juga akan digencarkan, begitu pula dengan bentuk pelanggaran-pelanggaran PSBB lainnya, seperti pelanggaran di restoran/rumah makan, serta pelanggaran perkantoran, tempat usaha, dan tempat industri.

“Sanksi yang diberlakukan berupa kerja sosial, denda, penghentian sementara kegiatan, hingga pencabutan izin usaha,” tegasnya. 

Berdasarkan laporan harian Satpol PP Provinsi DKI Jakarta pada 18 Juni 2021 pukul 18.00 WIB, telah dilakukan penertiban dengan total denda sebesar Rp 7.500.000. 

Harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai penularan COVID-19.

Kemudian, sehubungan dengan kasus COVID-19 yang semakin meningkat, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta memutuskan, untuk sementara meniadakan (menghentikan) uji coba zonasi sepeda cepat di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu, Jakarta Tiimur hingga Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kepada masyarakat, diimbau agar tidak melakukan mobilitas yang tidak perlu, kecuali yang bersifat mendesak.

Pemprov DKI Jakarta menyarankan, bagi masyarakat yang ingin memasuki wilayah Jakarta untuk melakukan pemeriksaan mandiri COVID-19 melalui JakCLM di aplikasi JAKI.

Melalui JakCLM, masyarakat dapat mengetahui risiko COVID-19 serta mendapatkan berbagai rekomendasi kesehatan sesuai dengan risiko yang dimiliki. 

Kontribusi masyarakat dalam pengisian JakCLM dapat membantu Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pencegahaan penyebaran kasus COVID-19 di Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta juga masih membuka kesempatan untuk masyarakat berbagi dengan sesama yang membutuhkan bantuan karena terdampak pandemi COVID-19 dalam program Kolaborasi Sosial Berskala Besar atau KSBB.

Masyarakat dapat memberikan bantuan berupa bahan pangan pokok, makanan siap saji, hingga uang tunai. Informasi lengkap seputar KSBB dapat melalui situs https://corona.jakarta.go.id/kolaborasi

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00