PPKM-Level 4, Pembelajaran Daring di Madiun Diperpanjang

KBRN, Madiun: Kota Madiun belum berencana melaksanakan pembelajaran secara tatap muka bagi siswa jenjang TK, SD maupun SMP. Artinya, pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara online atau dalam jejaring (daring) semakin diperpanjang. Ini seiring penerapan PPKM level 4 yang diberlakukan pemerintah.

Orang tua siswa, Lina menyatakan, pembelajaran secara online ada plus minusnya. Di satu sisi orang tua bisa mengawasi anak-anaknya, tapi di sisi lain, dirinya merasa kerepotan karena kesibukannya dalam bekerja membantu mencukupi kebutuhan keluarga.

“Kalau enaknya ya enak belajar di sekolah. Kalau di sekolah itu lebih banyak membantu. Tapi kalau lihat sikonnya seperti ini ya mungkin memilih belajar di rumah,” kata Lina, Rabu (28/7/2021).

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun, Lismawati mengatakan, pertimbangan lainnya adalah karena Kota Madiun masih berstatus zona merah persebaran covid-19. Karenanya, keselamatan dan kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik menjadi skala prioritas agar terhindar dari wabah virus corona.

“Kondisi saat ini untuk pembelajaran tatap muka memang belum memungkinkan. Apalagi tren kasusnya saja masih naik seperti ini. Kemudian untuk sekarang kan anak-anak terpapar covid-19 meningkat. Sehingga kami butuh waktu dulu, melihat situasi seperti apa. Yang jelas pembelajaran tetap jalan meskipun melalui daring. Kami tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan semuanya,” ujar Lismawati kepada RRI.

Rencana awal jika kasusnya turun, Dindik akan melaksanakan outdoor learning atau pembelajaran di luar kelas, maupun daring outdoor learning namun urung dilakukan karena tingginya kasus covid-19. Apalagi ia menyebut, saat ini tren penyebaran covid-19 mulai menyerang anak-anak.

“Dulu itu kan kebanyakan yang diserang itu kan hanya usia lanjut, sekarang ini anak-anak mulai usia 1 tahun saja sudah ada yang kena. Usia TK juga ada yang kena. Kalau dia ketemu sama teman di sekolah kan malah bahaya,” terangnya.

Sementara itu Walikota Madiun, Maidi mengaku tidak ingin gegabah dalam melaksanakan pembelajaran secara tatap muka. Ia tidak ingin, anak-anak terpapar covid-19.

“Untuk tatap muka kita tidak usah grusa-grusu (gegabah) dulu. Artinya kalau terjadi sesuatu hal, banyak yang kena (covid-19) banyak, kan jadi masalah lagi. Makanya kita lihat dulu situasinya,” ungkapnya.

Maidi menjelaskan, pemkot akan melaksanakan tatap muka jika tingkat kasus terkonfirmasi positif covid-19 di wilayahnya rendah. Kemudian tingkat kematian dan BOR atau keterisian rumah sakit rendah. Indikator lainnya, pembelajaran tatap muka di sekolah dilaksanakan apabila vaksinasi telah merata. Hal itu menurutnya penting, untuk menjamin kesehatan dan keselamatan bersama. (Foto: Dok/imr)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00