FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

PTM Terbatas, Keraguan DPRD Bandung Ditanggapi Bijak

DPRD Kota Bandung, melalui Komisi D menilai keputusan Pemkot Bandung memulai PTM Terbatas adalah tergesa-gesa. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna, mengatakan, bahwa keputusan Pemkot Bandung untuk menggelar PTM Terbatas dengan dasar yang kuat (Dok. RRI)

KBRN, Bandung: Keputusan Pemerintah Kota Bandung untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas disambut kurang baik oleh DPRD Kota Bandung.

DPRD Kota Bandung, melalui Komisi D menilai keputusan Pemkot Bandung tergesa-gesa.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna, mengatakan, bahwa keputusan Pemkot Bandung untuk menggelar PTM Terbatas dengan dasar yang kuat.

"Kalau regulasi, kebijakan pusat, regulasi pusat, regulasi kita sudah ada, dan sekolah sudah siap. Kalau pendapat saya, kita harus konsisten dengan itu. Dari pada kita mencla-mencle tidak bagus dalam konteks kebijakan, yang semuanya terukur," ujar Ema kepada wartawan di Balai Kota Bandung, seperti dikutip RRI.co.id, Selasa (07/09/2021).

Ema pun mengungkapkan, sekolah-sekolah yamg akan menggelar PTM Terbatas adalah sekolah yang telah lolos penilaian dari berbagai aspek.

Ema menegaskan, tidak semua sekolah di Kota Bandung akan menggelar PTM Terbatas yang sedianya dimulai Rabu (8/9/2021) besok.

"Kecuali kalau 1.692 sekolah tanpa verifikasi langsung menyelenggarakan PTM, ini kan ada verifikasi ada validasi ulang, lalu kenapa tidak, dan yang paling utama regulasinya sudah mengatur itu dan boleh," paparnya.

Untuk diketahui, Pemkot Bandung memutuskan untuk menggelar PTM Terbatas pada Rabu (08/09/2021).

Dari 1.692 sekolah yang menyatakan siap menggelar PTM Terbatas, baru 330 yang telah dinyatakan lolos dan diizinkan untuk menggelar PTM Terbatas. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00