Bus Tentrem Terguling Bukan Kali Ini Saja

KBRN, Surabaya:   Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan PO. Bus Tentrem bukan kali ini saja terjadi. Catatan redaksi tahun lalu, tepatnya tanggal 5 September 2020, Bus Tentrem terlibat kecelakaan maut di Jalan Raya Songsong, Kelurahan Ardimulyo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, sekitar pukul 10.51 WIB. Saat itu kecelakaan melibatkan tiga kendaraan sekaligus dan menyebabkan satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan 4 orang mengalami luka parah dan luka ringan.

Polisi menuturkan kronologis kejadian yang bermula ketika sebuah bus PO Tentrem melaju dari arah Surabaya menuju Malang. Bus nopol N 7057 UG yang dikemudikan  Achmad Yusuf (35), warga Banyu Urip Kidul, Kelurahan Sawahan, Kota Surabaya dengan kernet  Purwanto (42), warga Desa Kanigoro, Kecamatan Karto Harjo, Kabupaten Madiun.

Bus yang didirikan tahun 1986 oleh Tatang Wahyudi saat itu berjalan dengan kecepatan sedang dengan dua penumpang didalamnya, yaitu Iwan Adi Suyanto (24) dan Edgar Adi Suyanto (15), warga Jalan Asembagus Pancasila, Kota Surabaya. Sesampainya di lokasi kejadian jalan menurun, rem bus mendadak blong dan tak berfungsi. Hingga membuat laju bus makin kencang dan tak bisa dihentikan.

Bus bergambar macan kumbang itu pun menabrak mobil Honda BRV nopol N 697 VR di depannya yang dikemudikan Abdi Manaf (59), warga Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Di dalam mobil juga terdapat  istrinya Toyibah (53) serta sang cucunya  yang masih berusia sekitar 6 tahun.

Kerasnya benturan membuat Honda BRV terseret oleh bus maut tersebut. Kemudian kedua kendaraan itu masuk ke dalam jalur lalu lintas yang berlawanan arah (dari arah Malang menuju Surabaya). Saatbersamaan melintas Truk tangki tetes tebu Hino nopol G 1437 QE yang dikemudikan oleh Slamet Wiyono (54), warga Kec. Pekalongan Barat, Kabupaten Pekalongan.  Akibat peristiwa itu, istri pengemudi mobil Honda BRV, Toyibah meninggal dunia di lokasi kejadian namun sang cucu selamat.

Sementara peristiwa Bus Tentrem terguling di Tol juga pernah dialami tanggal 28 Juli 2019. Bus Tentrem Np.Pol. N 7859 UG jurusan Malang-Surabaya terguling di Tol Waru KM 748.299, menyebabkan 2 orang luka ringan dan 1 luka berat.

Polisi menyebut bus yang dikemudikan Susanto (36) asal Desa Klampok, Singosari, Kabupaten Malang itu mengangkut 18 orang. Saat itu jalan tol padat. Bus Tentrem tersebut melaju melalui bahu jalan dengan kecepatan 100 KM/jam namun tiba-tiba muncul mobil Pajero yang juga ingin menyalip menggunakan bahu jalan. Pengemudi bus mengerem mendadak, dan membanting setir ke kiri ke parit, dan terguling.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00