Tes Urine ASN Terganjal Wali Kota Tangerang

KBRN, Tangerang: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Tangerang belum mendapatkan izin dari Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah untuk mengadakan tes urine terhadap aparatur sipil negara (ASN) diwilayahnya. 

Sejatinya, berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 tahun 2020, tiga persen dari total ASN di pemerintahan daerah dan instansi jajarannya wajib menjalani tes urine untuk mengetahui kadar narkoba di tubuh mereka. 

Kabid Kesatuan Bangsa Bakesbangpol Kota Tangerang, Amir Hamzah mengatakan, pihaknya belum mendapatkan instruksi dari pimpinannya. 

"Kewajiban tiga persen itu izin dari pimpinan tertinggi di Kota Tangerang dulu, sampai saat ini belum (dapat izin, Red)," ungkapnya kepada rri.co.id, Rabu (22/9/2021). 

Saat ditanya apakah pimpinan itu adalah Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, Amir membenarkan. "Ya, seperti itu," tegas dia. 

Alasan lainya, kata Amir, anggaran tahun 2021 untuk tes urine para ASN di Kota Tangerang dialihkan atau refocusing. "Tahun 2021 memang Kesbangpol menyiapkan anggaran khusus tes urine, tapi sekarang ini masih pandemi Covid-19 dan kena refocusing," bebernya. 

Di lokasi yang sama, Kepala Badan Nasional Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang, Satrya Ika Putra nengaku, pihaknya sempat akan melakukan tes urine di kantor Kecamatan Karawaci. Namun, tes urine tersebut batal dilaksanakan. 

"Kemarin saya mau gandeng Camat Karawaci, tapi belum dapat izin," sebutnya. 

Padahal, tenggat waktu bagi para ASN itu menjalani tes urine dibatasi hingga Desember 2021. Selain itu, alat tes urine yang dimiliki BNN Kota Tangerang juga bakal kedaluwarsa. 

"Saya belum dapat izin OPD (organisasi perangkat daerah, Red) mana yang untuk dites. Saya sudah sampaikan akhir tahun ini alat tesnya kedaluwarsa, (malah, Red) ada yang sudah kedaluwarsa," papar Satrya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00