'Mogulreag', Tradisi Memancing Nelayan Tolitoli

KBRN, Tolitoli: Masyarakat memang sudah mengenal tradisi memancing sejak lama yang diwariskan secara turun temurun para leluhur hingga sekarang ini.

Hal itu juga berlaku bagi masyarakat khususnya nelayan di Tolitoli, yakni tradisi memancing menggunakan layar atau disebut dalam bahasa Tolitoli tradisi Mogulreag. 

Adanya perkembangan zaman dan adanya peralatan modern dengan menggunakan mesin kantinting perahu nelayan dapat berjalan dengan baik, meskipun menggunakan bahan bakar  sebagai penggerak mesin.

Salah seorang Nelayan Kelurahan Nalu Irwan mengungkapkan, meskipun saat ini tidak lagi menggunakan layar dalam memancing, namun tradisi memancing dengan berlayar atau Mogulreag masih menjadi tradisi kehidupan masyarakat daerah Pesisir.

"Memang ini memancing dengan cara berlayar cukup sulit, banyak hal yang perlu siapkan utama keberanian dalam mengarungi lautan, sehingga kalau dulu untuk menggerakan perahu memanfaatkaan angin. Saat ini orang sudah menggunakan mesin kalau dulu hanya menggunakan layar dan alat seadanya" ujar Irwan, Sabtu (16/10/2021).

Tradisi memancing dengan cara berlayar Mogulreag masih dipertahankan oleh beberapa orang saja di Tolitoli, sebab memiliki resiko yang cukup besar.

Jika terjadi angin kencang bertiup, nelayan harus pandai menepi guna menghindari ancaman maut yang melanda di depan mata.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00