Nelayan Belitung Mendapatkan Bantuan dan Perizinan

KBRN, Tanjungpandan: Guna menunjang profesi para nelayan dan pengembangan usaha di bidang pengolahan hasil laut, Gubernur Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman menyerahkan bantuan berupa sarana dan prasarana, serta Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP), kepada 9 kelompok nelayan, UKM, dan pengusaha, berlangsung di Aula Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kabupaten Belitung, Kamis (21/10/2021).  

Gubernur Erzaldi mengharapkan bantuan tersebut dapat dimaksimalkan, sehingga usaha mereka dapat berkembang. Ia pun memberikan apresiasi terhadap para nelayan yang memiliki kemauan untuk meningkatkan kualitas hasil produk hilirisasi dari hasil laut yang didapatkan. 

"Terus menggapai standar yang sudah dibuat pemerintah seperti standar kesehatan, standar ukur yang diinginkan para pembeli, dan terus lah bapak/ibu mengikuti pembinaan apa yang harus dilakukan dalam rangka meningkatkan usahanya," ujarnya. 

Selain itu, kesadaran para nelayan yang tergabung dalam kelompok usaha untuk memperoleh perizinan atau bentuk legalitas lainnya, juga diharapkan Gubernur Erzaldi dapat ditiru oleh nelayan atau kelompok lainnya di Belitung.

Sebab, katanya, pemerintah akan sulit memberikan bantuan jika tidak terdaftar dalam perizinan yang ada. 

"Karena pemerintah tidak bisa langsung memberikan bantuan, sekalipun bentuk pembinaan kalau awalnya tidak diawali perizinan. Jadi tolong disimpan baik-baik sertifikat itu. Jadikan apa yang sudah menjadi standar yang dibuat dalam bentuk perizinan, diupayakan dioptimalkan," ungkapnya. 

Usai melakukan penyerahan bantuan, Gubernur Erzaldi juga membuka ruang dialog dengan para nelayan dan pelaku usaha. Berbagai pertanyaan dan harapan disambut gubernur dengan solusi-solusi, baik persoalan produksi maupun penjualan produk hilirisasi, hingga penjualan ekspor. 

"Tolong terus berupaya berkembang dan akan didorong Pemkab/Pemkot masing-masing ataupun Provinsi. Intinya, tolong dapat segera mewujudkan ini dengan semangat. Jangan sampai hanya jadi momentum serah terima saja. Harus digunakan sebaik mungkin jangan dibiarkan jadi barang rongsokan," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00