Puluhan Ekor Sapi di Bangkalan Terindikasi PMK

Petugas Dinas Peternakan Bangkalan, Madura sedang melakukan pemeriksaan dan pemantauan sapi untuk menghindari dan mengidentifikasi penyakit mata dan kuku (PMK). (Foto: Miftahol Umar/RRI)

KBRN, Jakarta: Tim Satgas Petasan (Pengendalian, Pemantauan dan Pengawasan Peternakan) Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, menemukan puluhan ekor sapi yang diindikasi terjangkit penyakit mata dan kuku (PMK).

Kepala Dinas Peternakan Bangkalan Ahmat Hafid mengatakan, dengan adanya wabah PMK, tim Satgas Petasan yang sudah di bentuk tahun 2020 lalu langsung bergerak cepat melakukan pemantauan secara masif. Baik peternak per orangan maupun ke sejumlah pasar hewan.

“Dari hasil pemantauan dari 633 ekor sapi sebanyak 37 ekor sapi asal luar Madura di terindikasi penyakit mata dan kuku (PMK). Sapi-sapi itu langsung dilakukan karantina dan penangan sedini mungkin dan hasilnya sudah mulai membaik,” kata Kepala Dinas Peternakan Bangkalan Ahmat Hafid, Senin (16/5/2022)

Ia menjelaskan, dari 37 ekor sapi yang terkonfirmasi PMK, di awali dari sapi yang berasal dari luar Bangkalan sebanyak 12 ekor sapi yang ada di karantina hewan wilayah kerja Kecamatan Tanjung Bumi.

“Sapi-sapi itu langsung di isolasi dan langkah penanganan dan ada 2 sapi yang suspek di potong paksa 3 lainya tidak suspek tetapi juga ikut di potong ditakutkan juga terjagkit PMK,” kata Hafid.

Sementara itu, Bupati Bangkalan Abd Latif Amin Imron, meminta peternak tetap waspada menyikapi wabah PMK ini. Menurutnya, jika ada gejala untuk segera melapornya kepada petugas agar segera mendapat penanganan.

“Masyarakat perlu memahami tanda-tanda hewan ternak terindikasi penyakit mata dan kuku (PMK) diantaranya keluar lendir hingga berbusa dari mulut dan menetes hingga ke hidung/ demam tinggi antara 39 sampai 41 derajat,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar