Kemendagri Pantau Pilkades Serentak di Gorontalo Utara

Tim dari Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri tengah memantau pilkades serentak di Gorontalo Utara secara virtual, Selasa (5/7/2022). Foto: (dok. istimewa)

KBRN, Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri kembali memantau praktik langsung penerapan protokol kesehatan selama pilkades serentak.

Kali ini pemantauan secara virtual ini dilakukan pada pilkades serentak di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Selasa (5/7/2022).

"Secara umum, proses pemungutan suara sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2020," kata Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Yusharto Huntoyungo dalam keterangan tertulis diterima rri.co.id, Selasa (5/7/2022).  

"TPS tersebut sudah menyediakan sarana cuci tangan, thermo gun, sarung tangan sekali pakai, hingga penyemprotan disinfektan," sambungnya.

Yusharto menjelaskan, pilkades di Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo diselenggarakan pada 34 desa, di 11 kecamatan. 

"Dan diikuti 114 calon kepala desa, 92 calon kepala desa laki-laki, dan 22 calon kepala desa perempuan. Daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 28.065 pemilih yang tersebar di 73 TPS," jelasnya.  

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa serentak di Kabupaten Gorontalo Utara sudah menyesuaikan regulasi melalui Peraturan Bupati Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Desa yang di dalamnya telah mengatur mengenai penerapan protokol kesehatan dan pembatasan DPT maksimal 500 orang per TPS.

Sementara keadaan terkendali dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Gorontalo Utara telah dinyatakan dalam Surat Bupati Gorontalo Utara Nomor 140/DPMD/241/VI/2022 tanggal 30 Juni 2022 hal Laporan Kesiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak tahun 2022 di Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo.

"Kami berharap Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara untuk tetap waspada dan tidak lengah terhadap pandemi Covid-19 terutama di tengah kemunculan kasus Omicron BA.4 dan BA.5," harap Yusharto. 

"Caranya dengan memperkuat PPKM mikro melalui pengoptimalan posko desa, tetap mendorong penerapan 5M, mendorong percepatan vaksinasi Covid-19 khususnya vaksin booster dan tetap melakukan pemantauan kondisi penyebaran Covid-19 pasca pelaksanaan pilkades serentak," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar