Abrasi Ancam Pulau Sebatik Hilang dari Peta

Abrasi yang terjadi di Pulau Sebatik memberi ancaman serius, yang kalau dibiarkan bisa membuat wilayah ini hilang dari peta. (Foto: RRI Nunukan)

KBRN, Nunukan: Abrasi pantai di  Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, makin menggerogoti daratan. Situasi ini bisa membuat pulau tersebut hilang dari peta.

Saat ini bibir pantai Sebatik tiap tahunnya bergeser lima sampai enam meter dari garis pantai. Jika dibiarkan akan mengikis jalan di sekitar pantai, bahkan 20 tahun mendatang bisa sepenuhnya hilang.

Abrasi adalah pengikisan batuan oleh air, es, atau angin yang mengandung dan mengangkut hancuran bahan. Dalam kasus di Sebatik ini yang membuat mengikis adalah air.

Berdasarkan data BPBD Nunukan,  Sebatik Timur memiliki luas 120 hektare. Kemudian Sebatik Induk  357 hektare dan Sebatik Barat 416 hektare.

Muyadi, Kasubid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pemkab Nunukan mengatakan abrasi yang terus terjadi sangat mengkhawatirkan. Bahkan mengganggu perekonomian  nelayan dan petani rumput laut.

Abrasi yang belakangan terjadi malah sudah merusak aset warga dan sarana umum. Misalnya jalanan yang mulai koyak.

"Ini bukan hanya persoalan daerah, tetapi sudah menyangkut ketahanan negara, karena berbatasan langsung dengan Malaysia. Pemkab Nunukan melalui BPBD telah mengusulkan ke BNPB Pusat untuk ikut menangani," kata Mulyadi. 

Pemkab Nunukan berharap respons yang cepat dari provinsi dan pemerintah pusat. Sebab bahaya benar-benar mengancam, baik kepentingan masyarakat maupun ketahanan negara.*

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar