Tidak Terima Ditabrak, Korban Panggil Gerombolan Sajam

KBRN, Semarang: New Tim Elang Polrestabes Semarang berhasil mencegah bentrokan mengunakan senjata tajam (sajam) antar pengendara motor di Jalan Kokrosono, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (5/7/2020). Peristiwa bermula dari kecelakaan antara dua pengendara motor.

"Tabrakan motor roda dua melibatkan lima orang. Dan korban luka menelepon temannya untuk ikut menyelesaikan masalah tersebut. Di satu sisi, salah satu saksi kejadian juga menghubungi New Tim Elang untuk ikut melerai," kata Ketua New Tim Elang Polrestabes Kota Semarang Ipda Yusup Hanapiah Siregar kepada RRI, Minggu (5/7/20).

Kecelakaan itu, lanjut dia, terjadi anatara pengemudi motor Honda CBR tanpa plat nomor, dan Yamaha Mio dengan Nopol H- 3907 BEG.

"Kendaraan CBR ditunggangi tiga orang bernama Khusnul (joki), Bagus Prasetyo, dan Mauliyana Kofifah. (Mereka, red) melaju dengan kecepatan tinggi, menabrak motor Mio yang dinaiki Aryanto dan Danang Adam Zulfikar,” ungkap Yusup.

Akibat kecelakaan itu, pengendara motor Yamaha Mio mengalami luka di bagian lengan dan kaki. Akibat tidak terima dengan kejadian tersebut, korban luka memanggil gerombolan ke tempat kejadian perkara (TKP).

“Dua teman korban datang, satu diantaranya membawa parang,” ujar Yusup.

Ketika teman korban datang, New Tim Elang sudah berada di lokasi dan langsung mengamankan korban bersama parang yang dibawa. Sementara itu, pengendara CBR bernama Khusnul kabur saat melihat teman korban membawa parang.

“Pengendara dan pembonceng CBR maupun Mio serta temannya yang datang kami bawa ke Polsek Semarang Tengah untuk penyelidikan lebih lanjut,” ucap Yusup.

Sesuai dari Jalan Kokrosono tersebut, New Tim Elang kembali menggelar patroli di beberapa ruas jalan di Kota Semarang. Beberapa temuan yang didapat, yakni gerombolan pemuda sedang pesta minuman keras (miras).

“Di Jalan Sedompyong Semarang Timur kami temukan lima orang pesta miras. Lalu, gerombolan pemuda pesta miras juga kami temui di Jalan Cilosari Dalam Raya. Setelah dilakukan identifikasi, kami minta mereka untuk push up dan membubarkan diri,” kata Yusup.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00