Lahan Kosong, Warga Solo Manfaatkan Ketahanan Pangan

KBRN,Surakarta: Warga RW 5 Kelurahan Joglo Kecamatan Banjarsari Solo yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Makmur berupaya memanfaatkan lahan tidur untuk lumbung pangan ditengah pandemi covid 19.

Kebun sayur yang sudah dirintis sejak Kelurahan Joglo berdiri awal tahun ini, Jumat (25/9/2020) sudah bisa panen bersama Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo. Bahkan akan maju lomba tingkat provinsi mewakili kota Solo.

Ketersediaan lahan di Kota Surakarta untuk kegiatan bercocok tanam sangat sedikit. Namun hal tersebut tidak menghalangi Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Makmur RW 5 Kelurahan Joglo Kecamatan Banjarsari.

Mereka memanfaatkan lahan tidur di perkampungan kota guna menanam berbagai jenis sayuran.

 Kebun sayur rintisan kelompok tani ngudi makmur itu dikunjungi langsung Walikota FX Hadi Rudyatmo, dalam agenda Mider Projo Jumat pagi. Bahkan walikota juga melakukan panen perdana sayur terong ungu yang telah masak. 

Lurah Joglo, Hariyo Seno menyampaikan apresiasinya atas kesediaan Walikota beserta anggota Forkopimda berkunjung ke Kebun Sayur Ngudi Makmur dan melakukan panen perdana.

Kegiatan menanam sayur oleh KWT Ngudi Makmur menurut Hariyo telah dilakukan sejak Kelurahan Joglo berdiri sebagai hasil pemekaran dari Kelurahan Kadipira. 

"Tanah yang digunakan menanam sayur warga RT 2 RW 5 ini merupakan tanah salah seorang warga dengan status pinjam pakai," bebernya pada RRI.

Jenis sayuran yang ditanam berupa terung, kangkung, cabai, tomat dan kacang panjang. Warga juga memelihara lele serta itik mentok sebagai bentuk ketahanan pangan.

“Kegiatan menanam sayur yang telah berlangsung selama satu tahun ini merupakan murni swadaya masyarakat sehingga tanpa bantuan dari pihak manapun," ucapnya.

Sementara itu walikota Rudyatmo mengharapkan kelompok tani Ngudi Makmur mempertahankan kegiatan menanam sayur bahkan mengembangkannya meskipun di lahan sempit.

Sehingga sedikit banyak kebutuhan makanan pelengkan menu 4 sehat 5 sempurna tersebut dapat dipenuhi dengan harga yang terjagkau bahkan bisa menambah penghasilan warga.

“Ke depan nantinya bisa dilakukan penataan kebun sayur supaya bisa ditanami lebih banyak sayuran di lahan 700 meter persegi ini. Dengan pola susun bisa menjadi 1,4 hektar luas yang bisa dimanfaatkan untuk menanam sayuran,” katanya.

Walikota juga mengharapkan pola tanam sayuran tetap memperhitungkan kebutuhan akan pupuk kandang atau organik, air dan kecukupan cahaya matahari. Kebun sayur Ngudi Makmur, lanjutnya, bakal maju lomba  tingkat provinsi setelah sebelumnya menjuarai tingkat Kota Surakarta. "Semoga terus berkembang."

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00