Ada yang Reaktif, Pendemo Ciptaker Tes Swab

KBRN, Banyuwangi: Sebanyak 12 orang pendemo tolak Undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law Ciptaker yang diamankan aparat kepolisian harus menjalani test swab, di Mapolresta Banyuwangi, Jawa Timur. 

Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Arman Asmara Syarifuddin, mengatakan, rapid dan swab test dikalakukan karena ada seorang pendemo yang dinyatakan reaktif. 

"Rapid tes dan swab tes yang kita lakukan hari ini bisa menjadi acuan, bahwa setiap kegiatan harus menerapkan protokol kesehatan, jika ada yang positif maka akan kita rujuk ke rumah sakit," ungkap Arman Asmara Syarifuddin, Sabtu (24/10/2020).       

Berdasarkan pantauan RRI satu persatu pendemo, yang terdiri dari 10 laki-laki dan dua orang perempuan, menjalani swab, dengan diambil sample liurnya oleh tim dokter dari RSUD Blambangan Banyuwangi, termasuk salah satu pedemo yang sebelumnya memiliki hasil reaktif saat di rapid test.

Usai melakukan tes swab, para pedemo yang diamankan diberikan pembinaan, bersamaan dengan pembekalan pemahaman kepada para orang tuanya, kemudian mereka diserahkan ke orang tua masing-masing, karena mayoritas masih pelajar.

Sebagai informasi, 12 pedemo tersebut diamankan aparat kepolisian, saat mengikuti aksi unjuk rasa tolak UU Ciptaker di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Banyuwangi berakhir ricuh, pada Kamis (22/10/2020) lalu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00