600 Peserta Ramaikan Kontes Bonsai Jawara Regional

Bonsai Jawara Milik Dandim 0605/Subang Raih Juara II Dalam Kontes dan Pameran Bonsai Jawara Regional 2020

KBRN, Subang: Perhimpunan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kabupaten Subang, menggelar Kontes dan Pameran Bonsai Jawara Regional 2020. Di Lapang Alun-alun Kecamatan Pagagaden Barat Subang, Sabtu (31/10/2020).

Dalam Kontes dan Pameran Bonsai Jawara Regional 2020 tersebut, diikuti sebanyak 600 pohon bonsai dari berbagai daerah di Jawa Barat, Banten, DIY Jogyakarta, dan Lampung. Mekera bersaing menjadi yang terbaik di ajang Kontes, dan Pameran Jawara Bonsai Regional, sehingga dewan juri menetapkan sebanyak 10 pohon bonsai Jawara terbaik.

Dewan Pembina PPBI Kabupaten Subang Sekda Aminudin menyebutkan, sebelumnya, Kebupaten Subang telah menggelar event kontes Bonsai berskala lokal, tepatnya di kecamatan Pusakanagara. 

Dalam kontes dan pameran kali ini, Subang memiliki icon bonsai dari pohon ki srut, sehingga mendominasi 10 besar dari hasil penilain para dewan juri dari PPBI Pusat.

"Event kali ini, peserta yang mengirimkan beberapa pohonnya itu tidak hanya dari Kabupaten Subang, dan sejumlah Kabupaten Kota di Jawa Barat. Peserta terjauh tercatat dari Gunungkidul Yogyakarta, dan Lampung, serta Banten ikut berpartisipasi. Sejumlah instansi pun turut serta dalam pameran bonsai seperti dari Kodim 0605/ Subang," terang Aminudin kepada wartawan di Subang, Sabtu (31/10/2020).

Aminuddin mengungkapkan, dalam event tersebut, peserta dari Kabupaten Subang mendominasi the best spesis 10 besar, termasuk salah satunya milik Dandim 0506/Subang Letkol (Arh) Edi Maryono, yang juga selaku Dewan Pembina PPBI Kabupaten Subang.

“Peserta dari Kabupaten Subang mendominasi 10 besar, ini menjadi kebanggaan bagi saya, dan Pak Dandim sebagai pendamping, untuk masyarakat Subang diharapkan bisa ikut serta didalamnya, karena potensi cinta terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.

Dengan didominasinya oleh bonsai dari Subang dalam kontes dan pameran bonsai Jawara Regional 2020 ini, ia berharap, masyarakat Subang mulai tumbuh kecintaan pada ki srut ini hingga cinta terhadap lingkungan sekitar.

Aminudin juga menyebutkan, Istilah sunda, yang dimaksud Bonsai bukanlah leha-leha, melainkan nilai produktif mendongkrak seni juga ekonomi, ini bisa menjadi peluang untuk masyarakat subang.

“Dalam istilah sunda banyak mengatakan bonsai adalah leha-leha, justru bonsai ini adalah nilai untuk produktif secara seni maupun ekonomi, dimasa pandemi ini nilai bonsai tetap tinggi, hingga mencapai ratusan juta, ini termasuk peluang bagi masyarakat Subang juga,” imbuhnya.

Aminudin juga sangat mengapresiasi terhadap kinerja panitia event ini, karena masih terbilang baru dan panitia yang sedikit, tetapi tetap efektif. Selain event skala lokal, dan regional, Kabupaten Subang juga akan menggelar event berskala Nasional di tahun 2021 mendatang, dengan icon bonsai ki srut.

“Saya pribadi sangat kagum terhadap para panitia yang terbilang sedikit kemudian masih baru juga, tetapi bisa memaksimalkan kontes ini, saya kira ini patut di apresiasi. Kemudian doakan kami supaya rencana mengadakan kontes tingkat Nasional di tahun 2021 berjalan dengan baik,” tandas Aminudin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00