Tanamkan Sikap Optimis Diperingatan Maulid Nabi

KBRN, Semarang: Suara rebana terdengar mengiringi sekitar 50 jamaah Masjid Baitul Amin mendendangkan qasidah tentang Nabi Muhammad SAW. Anak-anak, remaja dan orang tua terlihat semangat bersenandung di puncak peringatan Maulid Nabi 1442 Hijriah tersebut.

Tampak dua petugas keamanan siaga didepan masjid  untuk melaksanakan protokol kesehatan sepanjang acara maulid Nabi berlangsung. Setiap jamaah yang datang diukur suhu tubuhnya dan diminta untuk cuci tangan menggunakan sabun.

Ketua Peringatan Hari Besar Islam Masjid Baitul Amin, Muhtadin kepada RRI mengemukakan, peringatan maulid Nabi Muhammad SAW tetap digelar meski masih pandemi Covid-19. Terlebih, dimasa pandemi masyarakat terutama umat Islam membutuhkan inspirasi dan motivasi untuk tetap semangat dan optimis.

"Merayakan maulid Nabi sama saja membaca sejarah Nabi. Kita kenang perjuangan Nabi sejak lahir sudah keadaan yatim, lalu berjuang dengan akhlak meski mendapat cacian, hinaan dan ancaman dari musuh-musuhnya," jelas Muhtadin di Masjid Baitul, RW III Kelurahan Tugurejo Kecamatan Tugu Kota Semarang, Sabtu (31/10/20).

Dijelaskan, sejak tanggal 1 Rabbiul Awal 1442 takmir masjid mengelar pembacaan maulid Nabi. Pembacaan hanya dihadiri takmir dan beberapa jamaah menggunakan speaker agar dapat diikuti warga sekitar.

"Biasanya yang ikut maulid satu masjid hampir penuh, nanti puncak acara menambah tenda hingga luar masjid. Tapi karena masih pandemi, maulidnya diikuti takmir dan beberapa jamaah, sementara puncak acara dibatasi sekitar 50 jamaah," imbuhnya.

Muhtadin

Menurut Muhtadin, kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW merupakan sumber inspirasi bagi dirinya beserta segenap takmir Masjid Baitul Amin untuk terus berjuang. Diantaranya melalui kegiatan positif dan pengembangan SDM remaja masjid.

"Setiap hari besar Islam kami gelar kegiatan, sebagai media umat berkumpul dalam hal positif. Selain itu juga ada lembaga pendidikan seperti TPQ dan majelis taklim," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Baitul Amin Ustaz M Sabiq Kamalul Haq menuturkan, dalam waktu dekat akan melakukan pemugaran bangunan masjid yang mulai rapuh dimakan usia. Beberapa sisi masjid terlihat sudah rusak dan letaknya juga berada lebih rendah dari jalan.

"Masjid ini makmur dengan berbagai kegiatan, mulai TPQ, majelis taklim, peringatan hari besar Islam dan tentu tempat ibadah rutin. Namun bangunannya sudah saatnya pemugaran," pungkasnya.

Dijelaskan Sabiq, Masjid Baitul Amin bentuknya masih seperti awal dibangun. Dampaknya, daya tampung masjid sudah tidak mencukupi untuk jamaah terlebih ketika digunakan shalat Jumat.

"Renovasi sudah beberapa kali dilakukan tapi rusak lagi. Apalagi jalan depan masjid sering dilewati kendaraan bermuatan berat, jadi tembok pagar dan bagian depan sering retak meski sering ditambal," bebernya.

Pada bulan Desember 2020 lanjut Sabiq, peletakan batu pertama pemugaran masjid Baitul Amin akan dilakukan. Perluasan tempat shalat jamaah dan penguatan kontruksi bangunan akan difokuskan Takmir Masjid Baitul Amin.

"Bagi yang ingin berperan dalam pembangunan Masjid Baitul Amin silahkan dapat melalui website http://masjidbaitulamin.org/pembangunan," kata Sabiq yang juga pengasuh panti Al Jannah Kota Semarang tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00