Lestarikan Budaya, Buku Penelitian Tenun Gayo Disebarluaskan

KBRN, Takengon: Kerajinan tenun Gayo saat ini mulai di gali, seiring adanya upaya mengangkat kembali warisan budaya tenun Gayo yang dilakukan sanggar Kute Dance melalui kegiatan penelitian, riset lapangan, revitalisasi alat tenun Gayo, pelatihan dan seminar yang melahirkan buku tentang tenun Gayo.

Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar mengapresiasi sejumlah pihak yang terus peduli dalam melestarikan kembali tenun Gayo.

Untuk itu, Pemerintah berupaya memperbanyak dan menyebarluaskan buku hasil penelitian tentang tenun Gayo.

“Untuk melesterikan kembali tenun Gayo salah satu kita upayakan, memperbanyak dan menyebarluaskan buku hasil penelitian tadi. Maka Camat di undang, camat harus tahu. Jadi buku ini di sebarluaskan, karena buku ini hasil penelitian sebagai literature publikasi mendukung publikasi tenun Gayo,” ujar Bupati Shabela Abubakar, di release, Sabtu (21/11/2020).

Sbabela Abubakar menambahkan tenun Gayo atau dalam suku Gayo disebut Upuh Kio dapat menjadi cikal bakal bangkitnya industry tekstil Gayo yang akan berkembang tidak saja berskala kecil, akan tetapi menjadi industry garment dengan skala produksi lebih besar.

Dengan demikian menjadi pilihan bagi peminat kain nusantara yang saat ini tumbuh dan semakin beragam.

Sebelumnya Pimpinan Sanggar Kuta Dance Peteriana Kobat menyampaikan bahwa hasil akhir dari serangkaian upaya tersebut telah melahirkan sebanyak 14 penenun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00