UMK 2021 Kota Jatim Naik, Ini Rinciannya

Dewan Pengupahan Jatim (Foto: Anik RRI)

KBRN, Surabaya: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, telah menandatangani Surat Keputusan (SK), tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2021. 11 Kabupaten Kota tidak naik, dan 27 Kabupaten Kota, mengalami kenaikan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Jatim, Himawan Estu Bagijo mengungkapkan, 11 Kabupaten Kota di Jatim, UMK tahun 2021 tetap sama dengan 2020, yakni Jombang, Tuban, Jember, Banyuwangi, Lumajang, Bondowoso, Bangkalan, Nganjuk, Sumenep, Kota Madiun dan Sampang.

"Ini sama dengan tahun yang lalu," kata Himawan, Minggu (22/11/2020).

Kemudian, 10 Kabupaten Kota ada kenaikan sebesar Rp10 ribu. Yakni Kota Pasuruan, Kota Batu, Kota Mojokerto, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Trenggalek, Situbondo, Pamekasan, Ponorogo, dan Magetan.

Lalu, yang naik sebesar Rp50 ribu, Kabupaten Malang, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Bojonegoro, Kota Blitar dan Kabupaten Blitar.

"Tadi disampaikan, yang naik Rp100 ribu, ada lima daerah Kabupaten Kota, yaitu Surabaya, Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan," jelasnya.

Meski demikian, ada beberapa daerah yang kenaikan UMK-nya dilakukan rasionalisasi oleh Gubernur Jatim.

"Misaknya Kota Malang naik Rp75 ribu, Lamongan naik Rp65 ribu, Tulungagung naik Rp51 ribu, kemudian Pacitan naik Rp47 ribu, Ngawi naik Rp47 ribu, Kabupaten Madiun naik Rp38 ribu, Kota Probolinggo naik Rp30 ribu," tambahnya.

"Proses kenaikan ini, selain dipertimbangkan dari Dewan Pengupahan, Ibu secara pribadi juga melakukan proses dialog dialog dengan Bupati Wali Kota. Ikut mempertimbangkan kondisi masing masing," tandasnya.

Pada SK yang ditandatangani tanggal 21 November 2020 tersebut, besaran UMK tertinggi menjadi milik Kota Surabaya yakni Rp4.3 dan terendah Kabupaten Sampang sebesar Rp1.9 juta 54 ribu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00