Gemas untuk Memutus Mata Rantai Corona di Sekolah

KBRN, Banda Aceh: Gerakan Masker Sekolah atau Gemas bertujuan untuk memutus mata rantai penularan virus Corona di lingkungan sekolah. Gerakan tersebut merupakan langkah agar para generasi muda Aceh tetap aman dari serangan virus saat mengikuti pembelajaran secara tatap muka.

Penegasan itu disampaikan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, didampingi sejumlah pimpinan Forkopimda Aceh saat melepaskan rombongan Gemas tahap 2 menuju ke-23 kabupaten/kota di seluruh Aceh di pelataran Kantor Gubernur Aceh, Rabu (20/1/2021) petang. 

"Rombongan ini diberangkatkan dengan tujuan utama menyosialisasikan dan membudayakan kesadaran memakai masker, demi memutus mata rantai penularan Covid-19 di setiap sekolah di Aceh yang sudah mulai memberlakukan belajar secara tatap muka," ungkap Nova. 

Atas keberhasilan Gemas pada tahap pertama, kini Pemerintah Aceh pun menggagas Gemas yang kedua kalinya. Pada tahap kedua ini, para aparatur yang ditugaskan akan membagikan sebanyak 622.827 lembar masker kepada 4.181 Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidayah ( MI), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Seluruh Aceh.

"Perlu saya tekankan bahwa gerakan ini bukan semata-mata membagikan masker tetapi juga membekali anak-anak dengan pengetahuan tentang cara penularan dan pencegahan virus Corona," ujar Nova.

Orang nomor satu di Aceh itu berharap pembagian masker tersebut dapat secara efektif memutus rantai penularan Covid-19 di kalangan pelajar.

Dengan memakai masker, kata dia, anak-anak diharapkan tidak hanya mampu melindungi dirinya sendiri, tetapi juga orang lain. Sebelumnya, pada Gemas tahap pertama,

Pemerintah Aceh juga telah mendistribusikan masker sebanyak 1.081.174 lembar untuk 6.700 sekolah. Pada tahap itu, pemerintah juga melibatkan 117 ribu lebih guru demi memastikan para peserta didik selalu memakai masker.

"Berkaca pada kesuksesan Gemas tahap 1, saya berharap saudara-saudari yang terlibat dalam kegiatan ini senantiasa menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Selain itu, jalinlah koordinasi dan komunikasi dengan pihak terkait agar kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar," ujarnya.

Nova menuturkan, dalam rangka memutuskan mata rantai penularan Covid-19 di Aceh, jauh hari sebelumnya Pemerintah Aceh juga telah meluncurkan sejumlah gerakan lainnya. Beberapa ikhtiar yang dilakukan untuk menanggulangi Covid-19 itu, antara lain Gerakan Aceh Mandiri Pangan atau Gampang dalam rangka antisipasi krisis pangan sebagai salah satu dampak Covid-19.

Lalu Gebrak Masker Aceh atau Gema. Gerakan ini bertujuan untuk mensosialisasikan pentingnya penggunaan masker demi melindungi masyarakat dari ancaman Covid-19.

Kemudian, Gerakan Nakes Cegah Covid-19 atau Gencar yang fokus untuk mendukung sistem kerja tenaga kesehatan dalam pemulihan dan penanganan pasien Covid-19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00