Lockdown, Tak ada Kasus Covid-19 di Baduy

KBRN, Jakarta: Ketua Satgas Penanganan Covid-19 PB IDI Prof. Zubairi Djoerban cukup heran dengan tidak adanya kasus Covid-19 di masyarakat adat baduy. Baginya, suku Baduy telah benar-benar menerapkan penguncian atau lockdown dari virus Covid-19.

"Fungsi sebenar-benarnya dari lockdown. Hormat saya untuk Pupuhu Suku Baduy," kata Zubairi di akun Twitternya @ProfesorZubairi yang dilihatr rri.co.id, Jumat (22/1/2021). 

Postingan Zubairi dikomentari beragam dari warganet. 

"Top markotop deh suku baduy," kata @JongosNkri. 

"salam sehat untuk Suku Baduy...," sebut @wagenugelo. 

"Dan madu produksi mereka yang kubeli di stasiun Jurang Mangu membantuku tetap sehat selama pandemi," ungkap @SofiaAnnMaury. 

Sebelumnya, tenaga kesehatan Pemerintah Kabupaten Lebak, menyatakan belum ada satu pun masyarakat adat Baduy dinyatakan positif virus corona (Covid-19). Disebutkan bahwa masyarakat Baduy di pedalaman Lebak, Banten, terbebas dari Covid-19 karena disiplin tidak ke luar daerah.

"Kami mengapresiasi warga Baduy dapat mengendalikan Covid-19 itu," kata Petugas Medis Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cisimeut Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Iton Rustandi di Lebak, Rabu (20/1/2021) seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.

Masyarakat Baduy lebih mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan guna mencegah penularan virus corona.

Bahkan, tetua adat setempat mengimbau masyarakat Baduy tidak boleh ke luar daerah seperti Jakarta, Tangerang dan Bogor yang menjadi daerah penyebaran Covid-19.

Selama ini, kata dia, aktivitas masyarakat Baduy lebih banyak di rumah dan ladang-ladang untuk mengembangkan pertanian.

"Kami juga mengoptimalkan edukasi tentang bahaya Covid-19 agar warga Baduy mengetahui penyebaran penyakit yang mematikan itu," katanya. (Foto: Antara)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00